Ikan Duyung Sepanjang 2,3 Meter Ditemukan Mati di Pantai Teluk Sebong

Jum'at, 15 September 2017 - 17:10 WIB
Ikan Duyung Sepanjang...
Ikan Duyung Sepanjang 2,3 Meter Ditemukan Mati di Pantai Teluk Sebong
A A A
BINTAN - Nelayan Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kepri, menemukan seekor ikan duyung (Dugong dugon-latin), panjang 2,3 meter dalam kondisi sudah mati di pinggir pantai desa tersebut, Kamis (14/9/2017).

Hewan langka yang dilindungi ini termasuk dalam Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), atau konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam.

Ikan ini juga termasuk binatang yang dilindungi dari kepunahan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa.

Ano, nelayan Desa Pengudang, yang menemukan ikan duyung tersebut menduga, matinya binatang yang hidup di perairan bagian utara pulau Bintan itu akibat terjerat jaring nelayan.

“Waktu ditemukan kondisinya sudah mati, mungkin karena terjerat jaring,” kata Ano di lokasi penemuan. Ikan duyung ini akhirnya dikuburkan oleh warga di pinggir pantai.

Petugas Dinas Perikanan Bintan, Syarviddint Alustco mengatakan, ia sangat menyayangkan ditemukannya ikan duyung mati di perairan Desa Pengudang. Apalagi perairan tersebut merupakan kawasan konservasi ikan duyung/dugong. Dikarenakan di perairan tersebut ditemukan kelimpahan ikan duyung, disebabkan luasnya padang lamun.

“Di sana kawasan memang kawasan konservasi padang lamun dan ikan duyung. Karenanya kita sayangkan ditemukannya mati,” kata Syarviddint.

Selain ikan duyung, lanjut Syarviddint, ada delapan hewan spesies lain yang juga dilindungi dan sebagiannya hidup di perairan Kepri, yaitu pesut, penyu, hiu paus, kuda laut, kima, lola, teripang, dan napoleon. Semua spesies ikan tersebut banyak didapati dalam perairan yang berada di sembilan kecamatan se Kabupaten Bintan. Namun, jumlah populasinya terus mengalami penurunan setiap tahun.

"Jika didapati ada yang menangkap ikan tersebut akan ditindak sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 Jo Nomor 45 Tahun 2009 tentang perikanan. Pasal 100 yaitu bagi nelayan kecil dipidana penjara dan denda Rp100 juta. Sedangkan untuk nelayan kapal besar selain dipenjara juga didenda Rp250 juta-2 miliar," tambahnya.

Kepala DKP Bintan, Fachrimsyah mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada nelayan yang beraktivitas di perairan Bintan. Tujuannya untuk menyampaikan pesan kepada nelayan bagaimana melindungi spesies ikan duyung yang termasuk hewan langka dilindungi.

“Karena kelimpahan ikan duyung di Bintan, makanya kita jadikan maskot atau ikonnya Kabupaten Bintan,” sebutnya.

Fachrim mengajak nelayan untuk bersama-sama melindungi ikan langka tersebut. Bahkan juga melindungi dan menjaga sumber pakannya yaitu padang lamun.

Apabila dalam keadaan tidak sengaja tertangkap atau terjerat jarring diminta agar melepaskannya kembali agar populasinya bertahan.

“Ikan duyung yang tertangkap tidak sengaja oleh nelayan dalam keadaan mati ditangani sesuai dengan prosedur penanganan mamalia terdampar," kata Fachrim.
(rhs)
Berita Terkait
Aplikasi Bank Genetik...
Aplikasi Bank Genetik Ikan Hadir, KKP Gali Informasi Spesies Ikan Indonesia
Penjualan Ikan Tidak...
Penjualan Ikan Tidak Terpengaruh Pandemi Corona
KKP Berikan Stimulus...
KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan
Menteri Edhy: Narkoba...
Menteri Edhy: Narkoba No, Makan Ikan Yes!
Luncurkan Aplikasi Genetik...
Luncurkan Aplikasi Genetik Ikan Indonesia, Menteri Edhy: Ini Bukan Pencitraan
Sedekah Ikan Ramadhan,...
Sedekah Ikan Ramadhan, Cara KKP Perkuat Solidaritas Jelang Idul Fitri
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
20 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved