Media Harus Ikut Lindungi Perempuan dan Anak

Selasa, 12 September 2017 - 14:31 WIB
Media Harus Ikut Lindungi...
Media Harus Ikut Lindungi Perempuan dan Anak
A A A
MEDAN - Perlindungan terhadap perempuan dan anak juga bisa dan harus dilakukan media. Caranya, melalui pemberitaan di media maupun tulisan yang disebar melalui media sosial dan blog. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Sumatera Utara Nurlela dalam Pelatihan Pengarus Utamaan Gender, Perlindungan Perempuan dan Pemberdayaan Anak bagi SDM Media di Provinsi Sumut di Medan, Selasa (12/9/2017).

Acara yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut dengan peserta wartawan dan kalangan blogger daerah ini turut dihadiri Ketua PWI Sumut Hermansyah dan Sekjen PWI Pusat Hendry Ch Bangun selaku pembicara.

Menurut Nurlela, masalah perempuan dan anak, termasuk penyimpangan perilaku seperti seks, menyodomi dengan anak-anak, serta berbagai kasus itu, semuanya karena faktor ekonomi.

"Ini yang perlu kita tangani, bagaimana membuat berita dan tulisan itu yang mendukung keberdayaan perempuan dan anak, bukan menyudutkannya," kata Nurlela.

Ia menyebutkan saat ini budaya patriarki (laki-laki mendominasi) ada di hampir seluruh bidang sektor. "Budaya patriarki tercermin dalam pemberitaan media massa lainnya. Padahal media massa cermin dari kontrol masyarakat," katanya.

Menurutnya, budaya ini secara sadar atau tidak turut memberikan andil dalam kehidupan sehari-hari maupun pemberitaan. "Media bisa jadi alat efektif dalam menyosialisasikan gender, perlindungan perempuan, dan anak," ujarnya.

Kenyataannya, Nurlela menilai banyak media yang jadi propaganda kasus-kasus perempuan dan anak. Ia mengharapkan media dapat lebih cerdas lagi melihat kasus-kasus tersebut.

Menurut Nurlele, pihaknya berkomitmen tiga program dapat terealisasi. Ketiganya adalah akhiri kekerasan anak, akhiri perdagangan orang, dan akhiri ketimpangan ekonomi. "Di 33 kabupaten dan kota di Sumut, kita sudah tunjukkan kabupaten layak anak," jelasnya.

Sekjen PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengatakan, perlakuan terhadap pelemahan perempuan sebenarnya sudah terjadi di dalam lingkungan rumah seperti kalau menyapu, memasak, dan bersih-bersih lainnya selalu dilakukan anak perempuan.

Namun Hendry tetap meminta wartawan agar dalam pemberitaannya selalu menyamarkan korban perempuan dan anak. Wartawan selalu menyebut nama "bunga", "melati", atau "mawar" dalam identifikasi korban perempuan. Sebaiknya sebut saja "seorang perempuan", "seorang anak", atau "korban" yang menggambarkan identitas korban. Pemuatan gambar yang disamarkan juga ikut membuka identitas korban.

Dalam Pasal 5 Kode Etik Jurnalistik (KEJ), kata Hendry, tertulis wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

"Berita yang terlalu vulgar saat pelaku melakukan kejahatan susila dapat menambah trauma dan penderitaan korban."
(zik)
Berita Terkait
Paksa Cucu Jadi Pengemis,...
Paksa Cucu Jadi Pengemis, Nenek Terancam 10 Tahun Penjara
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Bocah Diperbudak Preman?...
Bocah Diperbudak Preman? Tonton Special Report iNews Pukul 15.30 Hari Ini
Rezki Ajak Masyarakat...
Rezki Ajak Masyarakat Laporkan Tindak Kekerasan Terhadap Anak
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
4 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Infografis
Mahfud MD: Perilaku...
Mahfud MD: Perilaku Hedon dan Flexing Kaesang-Erina Harus Diselidiki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved