Kekeringan, Petani Manfaatkan Air Limbah Tebu untuk Irigasi

Selasa, 12 September 2017 - 09:42 WIB
Kekeringan, Petani Manfaatkan...
Kekeringan, Petani Manfaatkan Air Limbah Tebu untuk Irigasi
A A A
KARANGANYAR - Petani di sekitar pabrik gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah, terpaksa memanfaatkan limbah pengolahan tebu untuk air irigasi. Kekeringan yang semakin parah mengakibatkan petani kesulitan air untuk mendukung kegiatan bercocok tanam.

Salah satu petani asal Kecamatan Tasikmadu, Sardi (65) mengatakan, ada sekitar 20 hektare (ha) lahan pertanian di wilayah setempat yang mengandalkan irigasi dari limbah tebu ketika musim kemarau. Bahkan untuk pemerataan petani, air limbah dari PG Tasikmadu digilir untuk mencukupi kebutuhan. “Satu minggu sekali saya dapat giliran limbah untuk mengairi sawah. Kalau belum giliran, kami tidak boleh mengambil airnya,” ungkap Sardi, Selasa (12/9/2017).

Ketika musim kemarau, air limbah tebu sangat bermanfaat bagi petani. Meskipun baunya cukup menyengat, limbah tebu menjadi satu-satunya sumber air yang bisa diandalkan untuk mengairi sawah. “Saat musim kemarau, air dari waduk sudah tidak sampai karena mengalami kekeringan,” tandasnya.

Selama musim kemarau, ada lima desa yang mengandalkan air limbah dari pabrik gula yang dibangun pada masa Mangkunegaran IV tersebut. Kelimanya yakni, Desa Karangmojo, Desa Buran, dan Desa Kaling di Kecamatan Tasikmadu. Kemudian Desa Brujul di Kecamatan Jaten dan Desa Nangsri di Kecamatan Kebakkramat.

Tak jauh berbeda diungkapkan Suroto, petani asal Desa Kaling. Ketika masa tanam ketiga, air irigasi sulit didapatkan. Meski hasil penelitian menyebutkan limbah pengolahan tebu berdampak negatif, petani tidak lagi menghiraukannya karena tidak memiliki solusi lain untuk memenuhi kebutuhan irigasi.

“Terpaksa digunakan, kalau tidak, maka kami tidak bisa panen. Air limbah tebu hanya kami manfaatkan ketika kekeringan dan hanya untuk pertanian padi. Kalau untuk tanaman lainnya tidak bisa,” ujar Suroto.
(mcm)
Berita Terkait
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
Kemarau Panjang di Gunung...
Kemarau Panjang di Gunung Kidul, Teknologi Diterjunkan untuk Mengaliri Air dari Lapisan Tanah
Warga Jakarta Diimbau...
Warga Jakarta Diimbau Waspada Hadapi Musim Kemarau
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
1 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
2 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
3 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
4 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
5 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
5 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved