Sosialisasi Dibatalkan, Pembatasan Motor di Thamrin Juga Tak Efektif
Sabtu, 09 September 2017 - 10:53 WIB
Sosialisasi Dibatalkan, Pembatasan Motor di Thamrin Juga Tak Efektif
A
A
A
JAKARTA - Perluasan pembatasan sepeda motor dari Bundaran Hi hingga Bundaran Senayan dibatalkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemberlakukan pembatasan sepeda motor di Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka juga seharusnya dibatalkan karena tidak efektif mengurangi kemacetan.
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan menilai pembatalan uji coba perluasan pembatasan sepeda motor di ruas Jalan Thamrin-Sudirman merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, Pemprov DKI sudah melihat jika pelarangan sepeda motor ini tidak akan efektif mengurangi kemacetan atau pun kecelakaan lalu lintas.
"Pemerintah juga sadar bahwa kebijakan pelarangan itu diperluas akan menimbulkan masalah sosial penolakan yang sangat besar," katanya kepada wartawan, Sabtu (9/8/2017).
Seiring dengan pembatalan rencana perluasan pelarangan sepeda motor tersebut, pihaknya mengajak masyrakat untuk meminta pemerintah untuk mencabut pelarangan sepeda moror dari Jalan Merdeka Barat-Bundaran HI.
"Mari kita ingatkan agar pemerintah konsisten dengan pemikiran yang sama saat mereka membatalkan rencana pelarangan sepeda tesebut," katanya.
Menurutnya, pelarangan tersebut tidak akan efektif baik mengurangi kemacetan ataupun kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tersebut. "Untuk itu, Cabut pelarangan sepeda motor dari jalan Merdeka Barat-Bundaran HI," tegasnya.
Lebih lanjut, Azas menerangkan kemacetan yang terjadi di Jakarta ini lantaran warga Jakarta yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dan sepeda motor. Untuk mengurangi hal tersebut, Pemerintah harus menyiapkan terlebih dahulu akses layanan angkutan umum massal yang baik, aman dan nyaman.
Setelah semua itu terpenuhi barulah pelarangan itu bisa di jalankan namun tak hanya sepeda motor melainkan semua kendaraan pribadi yang melalui jalur tersebut. "Kalau angkutan massal sudah terpenuhi, larang saja semua kendaraan pribadi," katanya.
Jika langkah ini bisa dilakukan pemerintah, pihaknya meyakini kemacetan di Jakarta perlahan akan menurun.
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan menilai pembatalan uji coba perluasan pembatasan sepeda motor di ruas Jalan Thamrin-Sudirman merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, Pemprov DKI sudah melihat jika pelarangan sepeda motor ini tidak akan efektif mengurangi kemacetan atau pun kecelakaan lalu lintas.
"Pemerintah juga sadar bahwa kebijakan pelarangan itu diperluas akan menimbulkan masalah sosial penolakan yang sangat besar," katanya kepada wartawan, Sabtu (9/8/2017).
Seiring dengan pembatalan rencana perluasan pelarangan sepeda motor tersebut, pihaknya mengajak masyrakat untuk meminta pemerintah untuk mencabut pelarangan sepeda moror dari Jalan Merdeka Barat-Bundaran HI.
"Mari kita ingatkan agar pemerintah konsisten dengan pemikiran yang sama saat mereka membatalkan rencana pelarangan sepeda tesebut," katanya.
Menurutnya, pelarangan tersebut tidak akan efektif baik mengurangi kemacetan ataupun kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tersebut. "Untuk itu, Cabut pelarangan sepeda motor dari jalan Merdeka Barat-Bundaran HI," tegasnya.
Lebih lanjut, Azas menerangkan kemacetan yang terjadi di Jakarta ini lantaran warga Jakarta yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dan sepeda motor. Untuk mengurangi hal tersebut, Pemerintah harus menyiapkan terlebih dahulu akses layanan angkutan umum massal yang baik, aman dan nyaman.
Setelah semua itu terpenuhi barulah pelarangan itu bisa di jalankan namun tak hanya sepeda motor melainkan semua kendaraan pribadi yang melalui jalur tersebut. "Kalau angkutan massal sudah terpenuhi, larang saja semua kendaraan pribadi," katanya.
Jika langkah ini bisa dilakukan pemerintah, pihaknya meyakini kemacetan di Jakarta perlahan akan menurun.
(ysw)