Penundaan Uji Coba Pembatasan Motor Langkah yang Tepat

Jum'at, 08 September 2017 - 08:03 WIB
Penundaan Uji Coba Pembatasan...
Penundaan Uji Coba Pembatasan Motor Langkah yang Tepat
A A A
JAKARTA - Keputusan Gubernur DKI Jakarta menunda uji coba perluasan pembatasan sepeda motor diapresiasi sejumlah pihak. Langkah tersebut sangat tepat, apalagi Pemprov DKI ingin mempercepat pembangunan infrastruktur yang sedang dikerjakan dan memperbanyak armada bus Transjakarta.

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan, penundaan uji coba perluasan pembatasan sepeda motor merupakan langkah tepat."Perluasan pembatasan sepeda motor saat ini belum tepat. Angkutan umum belum memadai, DKI harus cepat mengintegrasikan angkutan umum hingga ke awal perjalanan," kata Nirwono saat dihubungi pada Kamis, 7 September 2017 kemarin.

Nirwono menjelaskan, untuk mengurai kemacetan, DKI harus fokus menyelesaikan semua koridor bus Transjakarta yang didukung dengan feeder minitrans pengganti Metromini dan bus sedang lainnnya, Metrotrans sebagai bus penghubung antara koridor, dan royaltrans sebagai bus penjemput permukiman di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Kemudian, lanjut Nirwono, moda transportasi berbasis bus tersebut diintegrasikan dengan kereta api Commuter Line, Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT), termasuk dengan pengintegrasian satu tiket sistem pembayaran. "Untuk jarak dekat, Pemprov DKI harus membangun trotoar dan jalur sepeda yang nyaman agar warga cukup berjalan kaki atau sepeda ke tempat tujuan," ungkapnya.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike sudah memprediksi uji coba perluasan koridor pembatasan sepeda motor pada 12 September batal dilaksanakan. Sebab, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B dengan Kepala dinas perhubungan, Andri Yansyah beberapa hari lalu, komisi menilai pembatasan belum siap.

"Rekomendasi kami saat RDP lalu itu agar pembatasan ditunda. Masih banyak yang harus disiapkan," ungkapnya. Politisi PDI Perjuangan itu menuturkan, pembatasan kendaraan memang harus dilakukan untuk mengurai kemacetan.

Namun, harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur dan angkutan umumnya. Termasuk fasilitas park and ride yang bertarif flat murah.
"DKI juga harus mempercepat ERP untuk batasi roda empat agar tidak terlihat diskriminasi. Integrasikan antar moda transportasi berikut tiketnya. Baru pembatasan motor dilakukan. Melakukan aktivitas di Jakarta saat ini hanya sepeda motor yang bisa diandalkan," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Ini Deretan Jenis Sepeda...
Ini Deretan Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Beli Pertalite
Tips Memilih dan Merawat...
Tips Memilih dan Merawat Ban Sepeda Motor
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Penjualan Motor Maret...
Penjualan Motor Maret 2025 Anjlok! Target 6,5 Juta Unit Tidak Tercapai?
Tahta Bergoyang Sang...
Tahta Bergoyang Sang Raja Jalanan: Honda Dominasi Pasar Motor, tapi Penjualan Mulai Kehilangan Tenaga
Berita Terkini
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
44 menit yang lalu
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
53 menit yang lalu
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
1 jam yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
2 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
4 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved