Sipil Mudah Miliki Senpi, Kriminolog UI Duga Buatan Home Industry

Rabu, 06 September 2017 - 07:35 WIB
Sipil Mudah Miliki Senpi,...
Sipil Mudah Miliki Senpi, Kriminolog UI Duga Buatan Home Industry
A A A
JAKARTA - Buntut dari aksi sekelompok pemuda yang menembaki mobil Toyota Avanza di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/9/2017) dini hari kemarin, izin kepemilikan senjata api (senpi) kembali menjadi sorotan.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Ferdinand Andi Lolo menuturkan, senjata api adalah benda terbatas yang hanya bisa dimiliki orang tertentu dan wajib mengantongi izin. Mereka yang memegang senpi juga harus orang ahli dan sudah mengikuti serangkaian psikotes. Kalaupun ada masyarakat sipil yang memiliki senpi maka mereka wajib mengikuti prosedur perizinan. "Ada tahapan kepemilikan izin senjata dan sudah barang tentu tidak boleh sembarangan," ujarnya saat dihubungi tadi malam.

Andi menuturkan, kecenderungan anak muda memiliki senjata sangatlah berbahaya karena usia mereka masih dalam situasi emosi yang kurang kontrol. Adrenalin mereka masih tinggi sehingga kerap terpancing hal-hal kecil untuk menggunakan senjata. "Saya sangat mendukung batas umur kepemilikan senjata minimal 21 tahun. Kepemilikan juga harus melalui prosedur dan latihan di tempat resmi," ujarnya.

Lantas, mengapa senjata api saat ini seakan bebas beredar luas, Ferdinand menduga itu adalah senjata rakitan. Artinya, banyak senjata yang dipegang warga sipil dibuat bukan dari pabrikan melainkan home industry sehingga bisa dipastikan senjata itu adalah ilegal. "Itu bukan senjata asli dan sudah pasti ilegal. Itu dipesan oleh si pembeli pada pengrajin," ungkapnya.

Untuk meminimalisasi senjata api ilegal, tugas kepolisian tidak bisa hanya sendirian. Peran masyarakat harus dimaksimalkan. "Untuk penindakan bisa dilakukan dengan pencegahan. Misalnya memberikan edukasi dan pemahaman tidak menerima pesanan senjata. Bukan sudah jadi senjata, lalu ditindak, tetapi tindak pencegahan harus diefektifkan," pungkas Ferdinand.
(thm)
Berita Terkait
Terkait Penembakan Gamma,...
Terkait Penembakan Gamma, Kapolrestabes Semarang Penuhi Panggilan Komisi III DPR
Pasca Penembakan di...
Pasca Penembakan di Kafe Cengkareng, Lalu Lintas Sepanjang Daan Mogot Lumpuh
Baru Bebas dari Penjara,...
Baru Bebas dari Penjara, Rapper AS Diberondong 64 Peluru
Eksekutor Penembakan...
Eksekutor Penembakan Anggota Dishub Merupakan Oknum Anggota Polisi
Senjata Api Eksekutor...
Senjata Api Eksekutor Anggota Dishub Dipesan dari Jaringan Teroris
Sempat Pakai Dukun,...
Sempat Pakai Dukun, Kasatpol PP Makassar Rencanakan Pembunuhan Sejak Tahun 2020
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
6 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
7 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
7 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
13 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
14 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
15 jam yang lalu
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved