KPAI dan Warga Selamatkan 3 Anak yang Mengaku Dicabuli Biksu

Senin, 28 Agustus 2017 - 13:45 WIB
KPAI dan Warga Selamatkan...
KPAI dan Warga Selamatkan 3 Anak yang Mengaku Dicabuli Biksu
A A A
BATAM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama warga Paguyuban Pasundan menyelamatkan lima anak di bawah umur yang dipekerjakan secara ilegal di sebuah vihara di kawasan Nongsa, Batam, Senin (28/8/2017). Tiga di antaranya perempuan yang juga menjadi korban pelecehan seksual biksu di vihara tersebut. Saat ini, ketiganya

Komisioner KPAI Kepri, Erry Syahrial mengatakan, tiga anak perempuan ini saat ditemukan dalam kondisi trauma dan kerap menangis. Terungkapnya kasus ekploitasi dan pencabulan ini berawal dari laporan salah seorang korban, SA kepada warga setempat. SA yang masih berusia 12 tahun menceritakan, dia kerap dicabuli YCH alias H yang merupakan biksu di vihara tersebut. Dia juga mengaku ingin pulang ke kampung halamannya di Banten.

Berdasarkan keterangan korban, warga bersama KPAI Kepri pun mendatangi vihara. Mereka lalu membawa kelima korban, yakni SA, SW, DS, DW, dan Y. "Tiga anak perempuan ini selain dipaksa bekerja sebagai pembantu juga kerap dicabuli pelaku. Dalam setiap aksinya, pelaku juga mengancam korban. Mereka dicabuli di Jakarta sebelum sampai di Batam. Setelah dicabuli oleh suhu (biksu), kemudian mereka dipekerjakan di vihara yang ada di Nongsa,” sebut Eri.

Saat ini pihaknya sudah melaporkan kejadian ini pada Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polresta Barelang. Para korban juga sudah divisum.

Salah satu korban, SA mengaku ingin segera pulang ke kampung halamannya di Banten. Dia mengaku awalnya takut menceritakan kejadian yang menimpanya kepada warga karena pelaku H selalu mengancam akan menyakiti dia. Namun karena kerap diperlakukan tidak baik, akhirnya dia berani melapor kepada warga. Korban juga mengatakan orang tuanya tidak mengetahui jika dia dibawa ke Batam. Pelaku H, awalnya hanya mengajak dia untuk membantu kegiatan bakti sosial di Banten dan Jakarta.

Sementara polisi yang mendapat laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) vihara di Nongsa. Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Agung Gima Sunarya mengatakan, dari TKP, polisi mengamankan B, yang merupakan pengawas di vihara tersebut. B juga yang ditugaskan pelaku H untuk membawa korban dari Jakarta ke Batam.

“Saat ini pelaku masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Pelaku H diduga kabur saat mengetahui warga hendak mendatangi vihara,” katanya.
(mcm)
Berita Terkait
405 Personel Polisi...
405 Personel Polisi Disiagakan Jaga Sidang Perdana Terdakwa Dugaan Pencabulan MSAT
Terdakwa Pencabulan...
Terdakwa Pencabulan Santriwati MSAT Dituntut Hukuman 16 Tahun Penjara
Terdakwa Pencabulan...
Terdakwa Pencabulan Santri Ini Menutupi Wajahnya Saat Disidang
Iming-imingi Rp25 Ribu,...
Iming-imingi Rp25 Ribu, Paman Bejat Cabuli Keponakan Berusia 9 Tahun
Cabuli Muridnya, Guru...
Cabuli Muridnya, Guru Les di Prabumulih Ditangkap Polisi
Drama Mencekam Penangkapan...
Drama Mencekam Penangkapan Anak Kiai Jombang Berakhir, MSAT Menyerahkan Diri ke Polisi
Berita Terkini
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved