Ratusan Warga Bandung Jadi Korban First Travel

Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:37 WIB
Ratusan Warga Bandung...
Ratusan Warga Bandung Jadi Korban First Travel
A A A
BANDUNG - Sebanyak 500-an warga Kota Bandung dan sekitarnya, menjadi korban penipuan biro perjalanan haji dan umrah First Travel. Rata-rata korban telah menyetorkan dana Rp16.663.000. Jadi total dana korban yang hilang diperkirakan mencapai Rp5 miliar lebih.

Berdasarkan pantauan, kantor First Travel Cabang Bandung di Jalan Ibrahim Adjie Nomor 1118, Kota Bandung telah tutup sejak kasus penipuan dan penggelapan itu terungkap. Pintu gerbang kantor berlantai tiga, bercat kuning dan hijau itu tertutup rapat. Begitu juga rolling door. Tampak di pintu rolling terpasang spanduk bertuliskan, "Yu buat grup di 085220676150. Jamaah FT 2018".

Rencananya, korban telah melaporkan kasus kasus penipuan dan penggelapan dana yang dilakukan pengelola First Travel ini ke Satreskrim Polrestabes Bandung pada Jumat (17/8/2017).

Rencananya para korban akan kembali datang ke Satreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa pada Senin (28/8/2017) untuk menanyakan progres penyidikan kasus tersebut.

Jafar Sidik Yusuf, salah seorang korban First Travel mengatakan, pada Senin 21 Agustus 2017, para calon jamaah mendatangi kantor First Travel Bandung. Namun kantor First Travel Cabang Bandung tutup.

Bahkan pengelola menolak memberikan data manifest para calon jamaah haji dan umrah tersebut. Padahal data itu penting sebagai bentuk kepastian mereka bakal berangkat atau tidak.

"Ya saya korban. Ketika mau tanya ke kantor cabang selalu tutup. Akhirnya saya pasang spanduk ajakan untuk membentuk grup korban dengan harapan mereka yang bertujuan datang ke kantor untuk menanyakan apa saja perihal keberangkatan atau refund bisa saling komunikasi.

Karena mereka (First Travel) menolak memberikan, kami (para korban) sepakat melaporkan kasus ini ke Polrestabes Bandung pada Senin 21 Agustus 2017," kata Jafar kepada wartawan nelalui sambungan telepon, Kamis (24/8/2017).

Menurut Jafar, saat ini sebagian korban First Travel di Kota Bandung dan sekitarnya telah bergabung dalam grup komunikasi WhatsApp. Wadah ini untuk memudahkan komunikasi dan menentukan langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah ini.

Sebanyak 127 korban, ujar dia, tergabung dalam grup. Secara logika, jika satu anggota hendak berangkat ke tanah suci Mekkah bersama istrinya, berarti 126 dikali dua. Ada juga yang hendak berangkat bersama keluarganya sebanyak sembilan orang.

"Diperkirakan jumlah korban mencapai 500-an orang di Kota Bandung dan sekitarnya. Saya sendiri membawa keluarga empat orang. Setiap orang telah menyetor dana Rp16.663.000. Teman (korban) lain paling tidak mengajak istri atau suaminya," tandas Jafar.
(sms)
Berita Terkait
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Penipuan Investasi Marak...
Penipuan Investasi Marak Lagi
KSP Indosurya Siap Jalankan...
KSP Indosurya Siap Jalankan Kesepakatan Damai dengan Kreditur
Puluhan Warga Natuna...
Puluhan Warga Natuna Tertipu Investasi Bodong, Total Kerugian Rp1 Miliar
Mahkamah Agung Tolak...
Mahkamah Agung Tolak Kasasi Jaksa, Begini Respons Bos MeMiles
Tertipu Investasi Bodong,...
Tertipu Investasi Bodong, Warga Jelambar Jakbar Merugi Rp1 Miliar
Berita Terkini
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
29 menit yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
30 menit yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
32 menit yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
12 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved