Dishub Akan Evaluasi Empat Poin Terkait Perluasan Pembatasan Motor
Rabu, 23 Agustus 2017 - 06:22 WIB
Dishub Akan Evaluasi Empat Poin Terkait Perluasan Pembatasan Motor
A
A
A
JAKARTA - Dishub DKI Jakarta menyatakan ada empat poin yang bakal dievaluasi dalam perluasan pelarangan sepeda motor di Jalan Sudirman-Bundaran Senayan.
"Empat poin yang kita evalusi ialah, kecepatan, waktu tempuh, volume kendaraan, dan keterangkutan penumpang menggunakan angkutan umum," ungkap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah pada wartawan, Selasa, 22 Agustus 2017 kemarin.
Andri menerangkan, untuk kecepatan akan dicari apakah terjadi peningkatan kecepatan, misalkan dari kecepatan awal 10-15 km/jam, setalah pemberlakuan kebijakan apakah naik 10-25 km/jam. Selanjutnya, waktu tempuh, misal dari Bundaran HI ke Bundaran Senayan sampai saat ini sekian menit, setelah diberlakukan ada penurunan tidak.
"Terus volume kendaraan misal yang melalui jalur itu katakanlah sekian ratus ribu kendaraan setelah diberlakukan berkurang enggak? Nah itu," jelasnya.
Andri menuturkan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menyiapkan angkutan umum di jalur utama, dan jalur alternatif. "Terus kita juga selain menyiapkan jalur utama, juga disiapkan feeder dijalur alternatif," ujarnya.
"Empat poin yang kita evalusi ialah, kecepatan, waktu tempuh, volume kendaraan, dan keterangkutan penumpang menggunakan angkutan umum," ungkap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah pada wartawan, Selasa, 22 Agustus 2017 kemarin.
Andri menerangkan, untuk kecepatan akan dicari apakah terjadi peningkatan kecepatan, misalkan dari kecepatan awal 10-15 km/jam, setalah pemberlakuan kebijakan apakah naik 10-25 km/jam. Selanjutnya, waktu tempuh, misal dari Bundaran HI ke Bundaran Senayan sampai saat ini sekian menit, setelah diberlakukan ada penurunan tidak.
"Terus volume kendaraan misal yang melalui jalur itu katakanlah sekian ratus ribu kendaraan setelah diberlakukan berkurang enggak? Nah itu," jelasnya.
Andri menuturkan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menyiapkan angkutan umum di jalur utama, dan jalur alternatif. "Terus kita juga selain menyiapkan jalur utama, juga disiapkan feeder dijalur alternatif," ujarnya.
(whb)