Komnas PA Sebut Agus Lakukan Pencabulan di Rumah Korban
Selasa, 22 Agustus 2017 - 23:30 WIB
Komnas PA Sebut Agus Lakukan Pencabulan di Rumah Korban
A
A
A
JAKARTA - Komnas Perlindungan Anak (PA) telah terjun ke kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, untuk menggali informasi terkait kasus pencabulan belasan anak laki-laki yang dilakukan Agus Winarto (27).
Sekjen Komnas PA Dhanang Sasongko mengatakan, sejak Minggu (20/8/2017) lalu, tim dari Komnas PA telah melakukan pengecekan dan menganilisis kasus tersebut. Dari hasil analasis yang dilakukan, diketahui Agus memanfaatkan kelengahan dan protect dari lingkungan dan orang tua para korban.
Salah satunya mendekati orang tua para korban hingga akhirnya dipercaya untuk mendekati anaknya. Hal ini kemudian dimanfaatkan Agus untuk memperlancarkan aksi bejat.
Sebab itu, lanjut Dhanang, tak aneh pelaku berhasil melakukan beberapa pencabulan di kamar korban dan saat orang tua si korban tertidur. Hingga melakukan pencabulan dengan dua korban sekaligus di satu tempat dan waktu yang berbeda tipis.
"Jadi ada satu korbannya yang dicabuli usai mandi. Setelah itu korban lainnya dicabuli di kamarnya. Kejadian ini terjadi sebelum kedua temannya berangkat sekolah," kata Dhanang pada Selasa (22/82017).
Penyebab perlakuan bejat yang dilakukan Agus, lanjut Dhanang, lantaran pelaku berhasil memperdayai lingkungan sekitar. Karena itu Agus mengincar beberapa anak lelaki di bekas warnetnya agar tak di curigai.
Menyikapi agar kejadian serupa tak terulang, Dhanang meminta peran orang tua dimaksimalkan. Perhatian khusus terhadap anak, komunikasi lancar, serta pendidikan seks sedini mungkin harus dilakukan mencegah hal ini terjadi.
"Satu satunya yang memungkinkan adalah memberikan perlindungan. Jadi ajarkan anak untuk menolak bila ada orang dekat selain orang tua memegang kemaluan," tutur Dhanang. Sebelumnya diberaitakan Agus Winarto dibekuk petugas Polsek Cengkareng karena mencabuli belasan anak laki-laki.( Baca: Pemuda 27 Tahun Cabuli Belasan Anak Laki-laki di Cengkareng )
Sekjen Komnas PA Dhanang Sasongko mengatakan, sejak Minggu (20/8/2017) lalu, tim dari Komnas PA telah melakukan pengecekan dan menganilisis kasus tersebut. Dari hasil analasis yang dilakukan, diketahui Agus memanfaatkan kelengahan dan protect dari lingkungan dan orang tua para korban.
Salah satunya mendekati orang tua para korban hingga akhirnya dipercaya untuk mendekati anaknya. Hal ini kemudian dimanfaatkan Agus untuk memperlancarkan aksi bejat.
Sebab itu, lanjut Dhanang, tak aneh pelaku berhasil melakukan beberapa pencabulan di kamar korban dan saat orang tua si korban tertidur. Hingga melakukan pencabulan dengan dua korban sekaligus di satu tempat dan waktu yang berbeda tipis.
"Jadi ada satu korbannya yang dicabuli usai mandi. Setelah itu korban lainnya dicabuli di kamarnya. Kejadian ini terjadi sebelum kedua temannya berangkat sekolah," kata Dhanang pada Selasa (22/82017).
Penyebab perlakuan bejat yang dilakukan Agus, lanjut Dhanang, lantaran pelaku berhasil memperdayai lingkungan sekitar. Karena itu Agus mengincar beberapa anak lelaki di bekas warnetnya agar tak di curigai.
Menyikapi agar kejadian serupa tak terulang, Dhanang meminta peran orang tua dimaksimalkan. Perhatian khusus terhadap anak, komunikasi lancar, serta pendidikan seks sedini mungkin harus dilakukan mencegah hal ini terjadi.
"Satu satunya yang memungkinkan adalah memberikan perlindungan. Jadi ajarkan anak untuk menolak bila ada orang dekat selain orang tua memegang kemaluan," tutur Dhanang. Sebelumnya diberaitakan Agus Winarto dibekuk petugas Polsek Cengkareng karena mencabuli belasan anak laki-laki.( Baca: Pemuda 27 Tahun Cabuli Belasan Anak Laki-laki di Cengkareng )
(whb)