Jika Lepas Jabatan Aher Ingin Mengantar Lagi Istri Belanja ke Pasar

Minggu, 20 Agustus 2017 - 04:17 WIB
Jika Lepas Jabatan Aher...
Jika Lepas Jabatan Aher Ingin Mengantar Lagi Istri Belanja ke Pasar
A A A
BANDUNG - Kurang dari 10 bulan lagi, Ahmad Heryawan akan melepaskan jabatan Gubernur Jabar yang telah diembannya hampir 10 tahun lamanya. Pria yang akrab disapa Aher ini sadar betul kehidupannya akan berubah drastis di saat jabatan Gubernur Jabar tidak lagi melekat pada dirinya, 13 Juni 2018 mendatang.

Aher pun sadar, seiring lepasnya jabatan Gubernur Jabar, fasilitas yang diberikan negara kepadanya selama ini pun otomatis hilang seperti mobil dinas nan mewah, sekretaris pribadi, hingga ajudan yang saat ini masih setia mengawalnya.

Namun, bukan berarti Aher kecewa dengan hilangnya berbagai fasilitas tersebut. Sebaliknya, Aher ingin segera memulai hidup normal, layaknya masyarakat biasa. Dia mengaku ingin segera menyetir mobil sendiri, mengantar anak ke sekolah, hingga mengantar sang istri Netty Prasetyani belanja ke pasar.

"Tahun depan saya harus nyetir sendiri lagi. Kalau sekarang kan di sopirin, pake ajudan. Nanti saya nyupir sendiri lagi. Makanya nanti bulan Januari kemana-mana akan nyetir sendiri lagi, jadi ketika pensiun sudah terbiasa dengan kehidupan biasa," ungkap Aher seusai Sidang Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jabar di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (19/8/2017).

Keinginannya untuk memulai kehidupan normal layaknya masyarakat biasa bukan tanpa alasan. Aher beralasan, tak ingin terjajah oleh fasilitas negara yang dinikmatinya selama ini serta ingin membiasakan diri ke dalam aktivitas kehidupan normalnya.

"Jangan sampai kita terjajah oleh keadaan. Ini diuji juga setelah mendapatkan mobil dinas, ada ajudan, kalau kemana-mana diantar oleh patwal oleh walpri, (setelah selsai masa jabatan) tiba-tiba hilang, saya harus berpikir bahwa dulu juga gak ada, itulah kehidupan," tuturnya.

Aher melanjutkan, Peringatan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jabar kali ini pun memberikan kesan sangat mendalam karena jadi yang terakhir baginya. Terlebih, selama memimpin Jabar hampir dua periode lamanya, banyak suka duka yang dia rasakan. Paling tidak, memikirkan nasib lebih dari 47 juta jiwa masyarakat Jabar yang notabene bukan hal sederhana.

Dia hanya bisa berharap, estapet kepemimpinannya bisa didapat oleh orang yang mampu memberikan kemampuan terbaiknya untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jabar.

"Kita merasa sehebat apapun kerja kita ternyata ga cukup waktunya. Makanya dari awal kita sadar bahwa episode pembangunan itu sangat panjang, tidak ada satu orang pun yang bisa menyelesaikan seluruhnya. Oleh karena itu, mari kita selesaikan sekemampuan terbaik yang kita miliki, kita serahkan ke pejabat selanjutnya, mereka juga diminta untuk bekerja dengan kemampuan maksimalnya karena faktanya kita tidak bisa bekerja sendirian," paparnya.

Selama memimpin Jabar, Aher sukses meraih 234 penghargaan di berbagai bidang. Namun, bagi dia, ratusan penghargaan tersebut hanyalah bagian kecil dari rencana besar pembangunan di Jabar, yakni mewujudkan masyarakat Jabar yang sejahtera, adil, dan makmur.

"Prestasi yang kami torehkan belum seberapa dari episode besar pembangunan Jabar ke depan," katanya.

Aher pun berpesan agar pemimpin Jabar ke depan menghormati program-program pembangunan yang telah dijalankan di masa pemerintahannya. Pasalnya, pembangunan yang telah terwujud di Jabar saat ini pun tak lepas dari peran pemimpin di masa lalu.

"Mari kita menjadi manusia yang arif, yang menghormati masa lalu dan menatap optimis masa depan. Saya juga sangat menghormati masa lalu, kemudian menyatakan bahwa gak mungkin ada situasi yang berkembang pada hari ini tanpa ada masa lalu yang bekerja," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
Pemprov Jawa Barat Antisipasi...
Pemprov Jawa Barat Antisipasi Gelombang Kedua COVID-19
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Pj. Bupati Bandung Barat...
Pj. Bupati Bandung Barat Terima Penghargaan Siddhakarya dari Pemprov Jawa Barat
Pak Uu: Kolaborasi Samakan...
Pak Uu: Kolaborasi Samakan Persepsi Jaga Alam
Epidemiolog Unpad Ingatkan...
Epidemiolog Unpad Ingatkan Bahaya Penyebaran COVID-19 di Pusat Niaga
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
28 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
8 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan STY Dipecat...
3 Alasan STY Dipecat Jika Timnas Gagal ke Babak Empat Kualifikasi Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved