Diapit Proyek Besar, Jalan di Kelapa Gading Padat Merayap

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 19:13 WIB
Diapit Proyek Besar,...
Diapit Proyek Besar, Jalan di Kelapa Gading Padat Merayap
A A A
JAKARTA - Lantaran diapit sejumlah proyek besar, jalanan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara menjadi sempit. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan karena kendaraan menumpuk di kawasan itu.

Pantauan Koran SINDO, kemacetan parah di sepanjang jalan Boulevard Barat terlihat sejak pagi hari. Sekalipun memasuki hari libur, namun lalu lintas di kawasan tak terhindarkan, kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam. Akibatnya, titik jalan, seperti depan Kecamatan ‎Kelapa Gading, Bundaran La Piaza, hingga Boulevard Barat menjadi macet parah.

Tak hanya di sekitaran Kelapa Gading. Kemacetan pun kemudian meluas hingga ke Mall Of Indonesia (MOI) hingga ke Sunter, Tanjung Priok, menjadi imbas kemacetan.

Penyebab tak lain, jalan menjadi sempit seiring dengan adanya 6 proyek tol di kawasan itu serta pembangunan LRT. Beberapa space jalan yang masih tersisa mulai di parkiri sejumlah kendaraan berat.

"Sudah hampir 3 minggu, pagi hingga sore hari macet terus di sini. Kendaraan juga susah melaju. Jikalau mau mengarah ke Sunter, dari bundaran La Piazza saja makan waktu satu jam. Karena proyek ini," ucap salah seorang pengendara mobil, Taryono (41), di lokasi, Sabtu (19/8/2017).

Selain mengeluhkan tentang kemacetan. Taryono mengaku akses menuju ruko pun kian sulit di tempat itu. Sebab, selain harus parkir di kawasan yang cukup padat, jalanan macet membuat akses parkir cukup sulit.

Hal senada juga diungkapkan, Cahyadi (31). Dia mengatakan semestinya pembangunan di kawasan ini tak dilangsungkan semua. Sehingga kemacetan bisa di minimalisir.

Tak hanya karena macet di kawasan itu, Cahyadi melanjutkan, penyebab ketidaksabaran warga menjadi biang parah kemacetan. "Yah kalau bisa mah dipercepat saja, biar semuanya lancar," tutur bapak satu anak ini.

Menurut Pria Rawamangun itu mengaku, setiap pagi dan sore hari sejumlah polantas kerap hadir di kawasan itu mengatur kemacetan. Namun hal itu tidak membantu baik.

Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yaya Supriatna mengatakan, kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas Jakarta di sebabkan karena pembangunan yang telat oleh pemerintah terdahulu.

Karena itu, kemacetan kemudian tak terhindarkan lantaran pembangunan. Melihat hal itu, ia pun menyarankan polisi segera memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk meminimalir kepadatan kendaraan.

Termasuk persoalan percepatan pembangunan. Ia pun meminta agar pembangunan di lakukan segera. Mengerahkan pekerjaan full akan membuat masalah kemacetan bisa berkurang.
(mhd)
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Proyek LRT Jakarta Fase 2A
Dishub DKI Sebut Penyebab...
Dishub DKI Sebut Penyebab Kemacetan di Jakarta karena Pembangunan LRT hingga Tol HBR
Jalani Protokol Covid-19,...
Jalani Protokol Covid-19, Proyek Flyover dan Underpass di Jakarta Terus Berjalan
Pemprov DKI Cari Investor...
Pemprov DKI Cari Investor untuk Proyek Lanjutan LRT Jakarta
Di Ajang JIF 2023, Pemprov...
Di Ajang JIF 2023, Pemprov DKI Jakarta Tawarkan 21 Proyek kepada Investor
Percepatan Proyek Jalan...
Percepatan Proyek Jalan Tol Jagoratu, Solusi Infrastruktur Sukabumi dari Jakarta
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
2 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
2 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
3 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
3 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
5 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
6 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved