Upaya DKI Merdekakan Pejalan Kaki di Trotoar Dinilai Gagal

Jum'at, 18 Agustus 2017 - 07:59 WIB
Upaya DKI Merdekakan...
Upaya DKI Merdekakan Pejalan Kaki di Trotoar Dinilai Gagal
A A A
JAKARTA - Upaya Pemprov DKI menjadikan momen perayaan HUT RI ke-72 dalam menertibkan trotoar diwilayahnya dinilai gagal. Tidak konsistennya penertiban dan lemahnya penegakan hukum dinilai sebagai penyebabnya.

Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Ahmad Safrudin mengatakan, pencanangan bulan tertib trotoar oleh Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang dilaksanakan sejak awal Agustus ini masih jauh dari kata tertib. Sebab, kondisinya saat ini masih banyak trotoar yang diokupasi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL), parkir kendaraan dan kendaraan yang melintas.

Misalnya di kawasan Sabang, Jakarta Pusat dan sekitarnya, kata Ahmad, sejak dilaksanakannya bulan tertib trotoar, hampir tidak pernah sama sekali PKL ditertibkan. Padahal, sesuai aturan yang tertuang dalam Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan No 22 Tahun 2009 ataupun Peraturan Daerah (Perda) No 8 Tahun 2007, trotoar jelas tidak boleh digunakan selain untuk pejalan kaki.

"Kalau mau serius jadikan bulan tertib trotoar sebagai moment kemerdekaan ya harus kembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya," kata Ahmad Safrudin saat dihubungi kemarin.

Ahmad menjelaskan, berdasarkan survei PT Pembangunan Jaya pada 2005 ketika rencana pembangunan 6 ruas jalan tol digaungkan, ada sekitar 35% warga Jakarta yang memilih untuk berjalan kaki. Posisi itu ada di tingkat pertama, Sedangkan untuk transportasi umum ada ditingkat kedua dengan 22%, dan posisi ketiga, keempat ditempati kendaraan pribadi.

Artinya, lanjut Ahmad, minat berjalan kaki warga Jakarta sangat tinggi. Hanya saja fasilitasnya tidak memadai, baik itu diokupasi pihak lain ataupun banyak juga yang belum dilengkapi trotoar. Sehingga, banyak orang tua khawatir jikalau anak-anaknya pergi sekolah berjalan kaki diserempet kendaraan.

"Idealnya ruas jalan 7.000 kilometer di Jakarta dilengkapi trotoar dan tidak boleh diokupasi selain pejalan kaki. Kalau ada fasilitas itu, minat wara untuk berjalan kaki sanat tinggi," ungkapnya.

Terkait banyaknya PKL binaan diatas trotoar yang menjadi alasan Dinas Usaha Mikro Kecl Menengah (UMKM) sebagai pendukung pejalan kaki, Ahmad menilai itu hanya alasan kegagalan pembinaan PKL oleh Dinas UMKM. Menurutnya, apabila ingin benar-benar membina, Dinas UMKM harus bisa menyediakan lahan diluar trotoar. Meskipun ada, kata dia, luas lapak PKL tidak boleh lebih besar dari ruas jalan kaki.

"Jadi misalnya ada trotoar lima meter, ya PKL itu dua meter. Sisanya untuk pejalan kaki," ungkapnya.

Ahmad menyarankan agar Pemprov DKI bersama pihak kepolisian konsisten melakukan penertiban trotoar bukan dalam bulan tertentu seperti apa yang tertuang dalam intruksi Gubernur (Ingub) No 99 Tahun 2017 tentang bulan tertib trotoar.

"Kami setiap jumat terus mengkampanyekan trotoar sebagai tempat pejalan kaki," pungkasnya.

Kepala Satpol PP DKI, Yani Wahyu sebagai komando pelaksan bulan tertib trotoar enggan berkomentar masih banyaknya trotoar yang tidak tertib dari pengguna selain pejalan kaki. Dia memilih mematikan telepon genggamnnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yasnyah menyebutkan, sejak awal pelaksanaan bulan terti trotoar, pihaknya sudah mengantongi pelanggar sebanyak 7.521 kendaraan baik roda dua ataupun roda empat.

"Kami akan terus melakukan penertiban meski bukan bulan tertib trotoar. Kami sudah menyiapkan lahan park and ride seperti di kawasan Thamrin, Jakarta pusat," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Djaro pada awal pelaksanaan bulan tertib trotoar menyatakan bula terti trotoar haru menjadi momen kemerdekaan bagi pejala kaki. Untuk itu, pelaksanaannya dilakukan sepanjang bulan Agustus.
(mhd)
Berita Terkait
Sterilisasi Gereja di...
Sterilisasi Gereja di Malang Jelang Ibadah Natal, Alat Deteksi Bom dan Anjing Pelacak Dikerahkan
Belanda Minta Maaf karena...
Belanda Minta Maaf karena Sterilkan Orang-orang Transgender
Bikin Trotoar Complete...
Bikin Trotoar Complete Street, Ternyata Ini yang Ingin Anies Baswedan Capai
Jalan Kaki di Trotoar...
Jalan Kaki di Trotoar  
Revitalisasi Trotoar...
Revitalisasi Trotoar Jalan di Kawasan Senopati
Aktivitas Mulai Normal...
Aktivitas Mulai Normal dengan Sterilisasi dan Prokes Ketat
Berita Terkini
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
43 menit yang lalu
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
11 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
14 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
15 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
15 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
16 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved