Undangan Pertama Dicuekin, Sudinakertrans Jakut Ajak SP JICT Ketemuan Lagi

Senin, 31 Juli 2017 - 17:08 WIB
Undangan Pertama Dicuekin,...
Undangan Pertama Dicuekin, Sudinakertrans Jakut Ajak SP JICT Ketemuan Lagi
A A A
JAKARTA - Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) mangkir dari undangan Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sudinakertrans ) Jakarta Utara (Jakut). Undangan tersebut sejatinya untuk membahas rencana mogok kerja SP JICT pada 3-10 Agustus 2017.

Kepala Sudinakertrans Jakut, Dwi Untoro, mengatakan, pertemuan dengan SP JICT sudah diagendakan di kantornya pada Jumat pekan lalu (28/7/2017) sekitar pukul 17.00 WIB. Agenda pertemuan tersebut untuk menindaklanjuti surat dari SP JICT ke Sudinakertrans Jakut tertanggal 21 Juli 2017. "Tapi mereka tidak datang," ujar Dwi saat dikonfirmasi.

Dwi menyebutkan, Sudinakertrans masih ingin menunggu penjelasan dari SP JICT terkait aksi mogok kerja mereka itu. Dwi akan mengagendakan pertemuan ulang dengan SP JICT. "Kami merencanakan pertemuan selanjutnya dengan serikat pekerja pada Selasa besok (1/7/2017)," kata Dwi.

Diketahui, gejolak antara SP JICT dan direksi JICT muncul lantaran perpanjangan kontrak antara JICT dengan perusahaan asal Hongkong, Hutcshison. Mereka kemudian melakukan demo terkait masalah ini ke Kementerian BUMN siang ini untuk menuntut kejelasan dan audit perpanjangan kontrak yang dianggapnya merugikan negara.

‎Selain menuntut kontrak perpanjangan, mereka juga menuntut pembayaran bonus tambahan . (Baca: Ratusan Pekerja Tuntut Kepastian Perpanjangan Kontrak JICT)

Terpisah, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasokan, Rico Rustombi, berharap SP JICT dan manajemen JICT menjalin komunikasi untuk mencari solusi bersama agar rencana mogok kerja tidak terlaksana.

Sebab, adanya mogok kerja akan mengganggu pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok. Pelaku usaha akan menanggung banyak kerugian dengan aksi mogok kerja tersebut. Selain itu, aksi mogok akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Diketahui, Pelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu pintu perekonomian terbesar di Indonesia. “Mogok kerja ini tentu akan membuat pengusaha dirugikan secara ekonomi. Berkepanjangan isu ini akan membuat kegiatan arus barang dan ekonomi menjadi tidak kondusif dan merugikan kita semua," tuturnya.
(thm)
Berita Terkait
Ratusan Buruh Bongkar...
Ratusan Buruh Bongkar Gelar Demo di Gudang Bulog Kelapa Gading
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Massa Buruh Ogah Pulang,...
Massa Buruh Ogah Pulang, KASBI: Kami Bertahan, Menunggu Respons Pemerintah!
Buruh Ancam Gelar Aksi...
Buruh Ancam Gelar Aksi Nasional jika Program Tapera Tak Dibatalkan
May Day 2024, Massa...
May Day 2024, Massa Mulai Bergerak di Jalan MH Thamrin Menuju Patung Kuda
May Day, Massa Buruh...
May Day, Massa Buruh Mulai Long March dari Balai Kota Jakarta ke Patung Kuda
Berita Terkini
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
12 menit yang lalu
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
1 jam yang lalu
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
2 jam yang lalu
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
2 jam yang lalu
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
3 jam yang lalu
Infografis
Robert Prevost, Paus...
Robert Prevost, Paus Pertama dari Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved