Produsen Disegel, Beras Cap Ayam Jago dan Maknyuss Masih Beredar

Jum'at, 21 Juli 2017 - 17:54 WIB
Produsen Disegel, Beras...
Produsen Disegel, Beras Cap Ayam Jago dan Maknyuss Masih Beredar
A A A
BANDUNG - Meski polisi telah menyita dan menyegel produsennya di Bekasi, namun beras cap Ayam Jago dan Maknyuss masih dijual secara bebas di Kota Bandung. Produsen kedua merk beras itu diduga telah melakukan pemalsuan terhadap isi beras.

Pantauan SINDOnews di Pasar Kosambi, sejumlah pedagang beras tampak masih menjual beras kemasan lima kilogram kepada konsumen. Mereka pun tampak masih memajang beras yang masuk kategori mahal itu.

Salah seorang pedagang beras, Endi mengaku, merk beras itu telah ada cukup lama. Dia mendapatkan beras itu dari pedagang beras yang lebih besar.

Satu kemasan dijual Rp62.000-63.000/5 kg. Namun, menurut dia, beras tersebut kurang diminati, karena harganya mahal.

"Peminatnya sangat jarang. Satu bulan mungkin laku dua bungkus (10 kg). Masyarakat lebih banyak membeli beras pandan wangi yang harganya Rp10.500/kg," kata dia. Menurut dia, beras yang paling cepat habis yang dijual seharga Rp9.000/kg.

Berbeda dengan toko beras milik Wulan yang tak tampak menjual beras kemasan. Dia mengaku tidak menjual beras kemasan karena harganya mahal.

Wulan memilih menjual beras yang peminatnya cukup banyak, beras kelas medium maksimal seharga Rp10.000/kg.

Diketahui, pada Kamis (20/7/2017) malam, Mabes Polri beserta Satgas Pangan menyita 1.161 ton beras milik PT Indo Beras Unggul bermerek Cap Ayam Jago dan Maknyuss di Kabupaten Bekasi. Pabrik beras tersebut berada di Jalan Rengas KM 60, Kecamatan Kedung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Produsen diduga telah memalsukan isi beras IR64 yang merupakan beras subsidi, namun dikemas dan dijual menjadi beras premium seharga Rp20.000/kg.
(nag)
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Berita Terkini
Gelar Demo di Depan...
Gelar Demo di Depan Kejati Jatim, KEMAKI Sampaikan 10 Tuntutan
44 menit yang lalu
Partai Perindo Tuntaskan...
Partai Perindo Tuntaskan SK Definitif 15 DPD Sulut, Mantapkan Persiapan Verifikasi Parpol
1 jam yang lalu
Lanjutkan Perjuangan...
Lanjutkan Perjuangan Ayah, Nurdiansyah Alasta Nyalon Ketua DPD Demokrat Aceh
1 jam yang lalu
Jadi Kawasan Strategis...
Jadi Kawasan Strategis Jakarta, PPK Kemayoran Berbenah
1 jam yang lalu
Pramono Minta Tarif...
Pramono Minta Tarif LRT Pegangsaan Dua-Manggarai Harus Terjangkau Masyarakat
1 jam yang lalu
Dukung Program Pemerintah,...
Dukung Program Pemerintah, Cek Kesehatan Segitiga Telah Jangkau 15.000 Masyarakat
1 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved