Oknum Polisi Penganiaya Bocah SD Terancam 3,5 Tahun Penjara

Rabu, 19 Juli 2017 - 13:09 WIB
Oknum Polisi Penganiaya...
Oknum Polisi Penganiaya Bocah SD Terancam 3,5 Tahun Penjara
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Brigadir Polisi ASS terancam 3,5 tahun penjara dan denda RP70 juta dalam kasus penganiayaan terhadap bocah kelas 6 SD Negeri Kumai Hilir Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng.

Hal ini ditegaskan Kapolres Kobar AKBP Pria Premos usai menghadiri kegiatan silaturahmi dengan ratusan wali murid SDN 1 Kumai Hilir untuk menyampaikan ucapan maaf atas perilaku anak buahnya yang mencoreng institusi Polri.

"Saya tegaskan selain sanksi internal, saya juga akan proses pidananya menggunakan UU Perlindungan anak. Nanti bisa dikawal bersama sama," ujar orang nomor satu di Polres Kobar kepada sejumlah wartawan usai kegiatan.

Saat ini Brigadir ASS masih menjalani pemeriksaan internal oleh Propam. Setelah selesai baru proses pidana dilanjutkan.

Sementara itu, Kepala Dinaspemberdayaan perempuan, perlindungan anak,pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DP3AP2KB) Kobar, Zaenah akan terus mengawal kasus penganiayaan ini hingga oknum polisi tersebut diganjar UU Perlindungan Anak.

Meski pelaku anggota polisi tetap bisa dikenakan pidana umum. Ini berdasarkan UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 80 Ayat 1 Tentang Penganiayaan Terhadap Anak dengan ancaman maksimal 3 tahun 6 bulan atau denda R70 juta," "Ancaman hukuman 3,5 tahun penjara," katanya.

Ia menambahkan, jika janji kapolres untuk memproses pidana pelaku tidak dilaksanakan, dirinya akan membawa kasus ini ke Polda Kalteng.

"Sebab kasus ini bukan delik aduan, bisa langsung diproses jika sudah ada saksi, korban dan barang bukti. Itu bisa langsung diproses. Tapi kalo butuh laporan justru kami nanti bersama KPAI yang akan melaporkan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Kampanye 16 Hari Anti...
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Kampanye Bersama Akhiri...
Kampanye Bersama Akhiri Kekerasan Digital Terhadap Wanita dan Anak
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
Berita Terkini
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
6 menit yang lalu
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
57 menit yang lalu
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
2 jam yang lalu
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
2 jam yang lalu
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
3 jam yang lalu
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
4 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved