DKI Dinilai Tak Serius Bangun Sarana Pejalan Kaki

Selasa, 18 Juli 2017 - 07:00 WIB
DKI Dinilai Tak Serius...
DKI Dinilai Tak Serius Bangun Sarana Pejalan Kaki
A A A
JAKARTA - Koalisi Pejalan Kaki Ahmad Syafrudin menilai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak serius membangun sarana pejalan kaki. Walaupun hal itu sudah diatur dalam berbagai aturan di antaranya undang-undang No 38 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah No 34 Tahun 2006 tentang Jalan.

Sebab, kata Ahmad, penataan trotoar hanya diprioritaskan di fasilitas umum dan tidak menyeluruh. Padahal, menurutnya, sebesar Kota Jakarta, tidak mungkin tidak memiliki biaya hanya untuk menata trotoar yang nyaman bagi para pejalan kaki di 7.000 kilometer ruas jalan Jakarta saat ini.

"Kalau kita perhatikan, penataan trotoar ini tidak menyambung dan menyeluruh. Jadi seharusnya bukan jalur yang sudah ada dibuat mewah yang penting ciptakan trotoar dan tersambung," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

Selain itu, Ahmad menyayangkan penataan trotoar di Tanah Abang, Jakarta Pusat yang sudah selesai dilakukan. Sebab, trotoar dengan lebar sekitar 5 meter itu diokupasi PKL dan parkir kendaraan. Idealnya, kata dia, trotoar itu harus aman, nyaman bersih dari PKL, parkir kendaraan dan harus ditanami pohon yang ditanam langsung didasar tanah dan tumbuh mekar ke atas, sehingga ketika pejalan melintas, mereka bisa terhindar dari sinar matahari.

Ahmad menyarankan, agar trotoar yang sudah dilebarkan saat ini segera disterilisasikan dan ditambah fasilitas pohon. Dia mengakui bila pengerjaannya memang harus terkordinir berbagai pihak, bukan hanya Dinas Bina Marga. Tetapi, masyarakat tidak mau tahu bagaimana mereka bekerja. Menurutnya, masyarakat hanya mengetahui mengapai trotoar yang dilebarkan dengan mengambil bahu jalan tetapi masih diokupasi PKL, parkir dan tidak nyaman untuk berjalan kaki.

"Harusnya pihak terkait lainnya sudah siap ketika trotoar ditata. Misalnya saja PKL, harusnya Dinas UMKM siap untuk penataan PKL. Selama ini mereka hanya bekerja menyalurkan bantuan ke pedagang pembinaan. Tetapi PKL di trotoar tidak bisa ditata. Saya menyimpulkan bila penataan trotoar saat ini hanyalah program pencitraan," ujarnya.

Penegakan hukum yang dilakukan oleh kepolisian untuk penataan trotoar, dinilai Ahmad tidak akan efektif dan berkelanjutan. Sama halnya dengan penegakan hukum di jalur bus Transjakarta. Dia menyarankan agar Pemprov DKI meniru Hongkong dalam membangun kesadaran jalan kaki.

Selain aturan tegas menggunakan tranpotrasi umum, pemerintah dan perusahaan swasta diwajibkan mereformasi sarana gedung untuk pejalan kaki. Jika hal tersebut diterapkan maka secara tidak langsung juga menjalankan undang-undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Kalau niat pasti bisa. Penataan trotoar harus dibarengi dengan penataan PKL, parkir dan transportasi angkutan umum," tegasnya.

Berdasarkan pantauan, trotoar dekat gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat dijaga oleh polisi sejak siang hingga sore. Sejumlah pengendara yang melintas kena Tilang. Namun sayangnya ketika jam pulang kerja atau sekitar pukul 17.00 WIB, polisi sudah tidak ada lagi di trotoar untuk menjaganya.
(whb)
Berita Terkait
Inilah 4 Jalan Terlebar...
Inilah 4 Jalan Terlebar di Jakarta, Gatot Subroto Lintasi 9 Kelurahan
Jalan Beda Tinggi di...
Jalan Beda Tinggi di Penjaringan, Pemprov Jakarta Janji Bereskan jika Pengembang Ogah Perbaiki
Percantik Pedestrian,...
Percantik Pedestrian, Pemprov DKI Bakal Tata Trotoar di 10 Jalan Ini
Top! Belum Sehari, Flyover...
Top! Belum Sehari, Flyover Rasuna Said yang Ambles Langsung Tuntas Dibenahi
Tergerus Hujan, 2.394...
Tergerus Hujan, 2.394 Jalan Rusak di Jakarta Timur Diperbaiki
Pemprov DKI Tengah Rampungkan...
Pemprov DKI Tengah Rampungkan Administrasi untuk Buka Trotoar Depan Kedubes AS
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
1 jam yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
3 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
3 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
6 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
7 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved