Soal RS Sumber Waras, Djarot Disarankan Berkoordinasi Dulu dengan Anies-Sandi

Selasa, 11 Juli 2017 - 16:01 WIB
Soal RS Sumber Waras,...
Soal RS Sumber Waras, Djarot Disarankan Berkoordinasi Dulu dengan Anies-Sandi
A A A
JAKARTA - Sisa jabatan Gubernur DKI Jakarta hanya tersisa sekitar empat bulan. Di sisa masa jabatan itu, Gubernur Djarot Saeful Hidayat diminta tidak asal membuat kebijakan baru. Apalagi kebijakan yang berpotensi melanggar hukum.

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menyarankan agar Djarot berkoordinasi terlebih dahulu dengan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, sebelum mengeluarkan kebijakan. Hal ini dikatakan Nirwono menanggapi keinginan Pemprov DKI melanjutkan pembangunan rumah sakit khusus kanker dan jantung di lahan Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW), Jakarta Barat.

"DKI harus pastikan dahulu proses hukum pembelian lahan RSSW. Lalu koordinasi dengan gubernur terpilih. Riskan kalau tiba-tiba gubernur (baru) membatalkan pembangunannya," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mamastikan melanjutkan pembangunan RS khusus kanker dan jantung di atas lahan RSSW. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan, berdasarkan rapat pimpinan terbaru, pembangunan RS Kanker yang berlokasi di lahan RSSW akan segera dibangun tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Biaya pembangunan RS tersebut akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik merasa aneh dengan pemikiran Djarot dalam memanfaatkan sisa waktu kepemimpinannya. Mulai dari perombakan pejabat hinga pembangunan RSSW. Padahal, kata Taufik, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Djarot. Baik itu penyusunan APBD 2017 perubahan dan program bedah rumah yang menggunakan dana perusahaan swasta pada saat kampanye beberapa waktu lalu. "RSSW itu masih bermasalah. Lagian memang cukup pembangunannya cuma empat bulan," tandasnya.

Taufik menyarankan agar Djator menahan diri untuk membuat kebijakan di sisa masa kepemimpinannya. Dia juga meminta agar semua kebijakan tersebut dikoordinasikan dengan tim transisi gubernur baru. Dengan demikian Djarot tidak meninggalkan warisan masalah untuk gubernur baru. "Ada apa sih mau buru-buru perombakan dan bangun RSSW? Kalau tetap ngotot, sama saja kasih warisan bermasalah," tegasnya.
(thm)
Berita Terkait
KPK Hentikan Penyelidikan...
KPK Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Lahan Rumah Sakit Sumber Waras
Pramono Bakal Jadikan...
Pramono Bakal Jadikan Sumber Waras Jadi Rumah Sakit Tipe A, Ikonik dengan Ornamen Betawi
Awas! Copet Merajalela...
Awas! Copet Merajalela di Halte Transjakarta Sumber Waras Jakbar
Pemprov DKI Ganti Penutup...
Pemprov DKI Ganti Penutup Drainase Vertikal di Titik Rawan Banjir
Siaga Musim Hujan, DKI...
Siaga Musim Hujan, DKI Data Sumber Daya Penanggulangan Bencana
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Bangunan Bertingkat Sedot Air Tanah
Berita Terkini
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
48 menit yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
8 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
8 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
10 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
10 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved