Usai Lebaran, Jakarta Masih Menjadi Magnet Pendatang untuk Mengais Rezeki

Rabu, 28 Juni 2017 - 19:33 WIB
Usai Lebaran, Jakarta...
Usai Lebaran, Jakarta Masih Menjadi Magnet Pendatang untuk Mengais Rezeki
A A A
JAKARTA - Usai Lebaran, DKI Jakarta masih menjadi magnet bagi warga daerah untuk mencoba peruntungan. Tingginya upah penghasilan di Jakarta menjadi daya tarik, sejumlah masyarakat untuk bekerja di Jakarta.

Ribuan warga daerah pun berdatangan, menyerbu Jakarta dengan harapan tinggi. Disisi lain, Jakarta lebih selektif dalam membuka pekerjaan. Tanpa keahlian mumpuni membuat serangan warga baru tergerus dengan sendiri.

Bila mereka gagal menjadi petarung, maka mereka akan menjadi beban bagi masyarakat Jakarta lainnya. Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan, pendatang merupakan petarung yang hebat. Bermodal kreativitas, inovatif, dan pekerja keras, maka pendatang akan menjadi petarung yang sukses.

Namun bila sebaliknya, pedatang kemudian berubah menjadi pecundang yang menyusahkan warga Jakarta. Karena itu diperlukan pengawasan untuk tidak menyebabkan masalah baru. "Kita perlu melakukan operisa yustisia. Bagaimana pembinaan penduduk dilakukan," tutur Yayat, Rabu (28/6/2017).

Salah satu masalah lainnya, lanjut Yayat, muncul model usaha lain, seperti berdagang. Hal ini akhirnya muncul PKL baru yang kemudian membuat penyempitan jalan raya. Sebab di Jakarta PKL sudah terlalu banyak.

Semestinya, untuk masalah ini. Yayat mengatkan pola pemberian modal usaha harus diubah. Seperti dengan membuat modal usaha di daerah. Cara ini cukup baik untuk memajukan kota kota di daerah.

"Yang terjadi sekarang, adalah usai bekerja di Jakarta mereka kemudian membuang uang di desa. Inilah menjadi ketertarikan sehingga mereka datang ke Jakarta dan kemudian menjadi beban," tuturnya.

Karena itu, dengan melakukan pendataan dan pembinaan terhadap masyarakat. Maka akan terlihat siapa yang datang. Pengawasan terhadap orang baru akan menjadi pertanggung jawaban bagi pemprov.

Pandangan berbeda diungkapkan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar. Musni menilai ketimpangan pembangunan antara di daerah dengan Jakarta membuat kesenjangan dan ketimpangan sosial terjadi. Hal itu kemudian mendorong masyarakat berbondong bondong ke Jakarta.

Sementara, persoalan demikian tak diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Akibatnya, persoalan baru muncul membuat orang orang semacam ini menjadi masalah.

Karena itu, mengatasi hal tersebut diperlukan perhatian tersendiri bagi pemerintah pusat. Pelatihan UMKM harus dilakukan untuk memberikan peningkatan kualitas manusia. "Karena itu, kenapa pendidikan begitu penting. Kan harus punya keterampilan. Sehingga dari pendidikan dan pelatihan akan muncul ahli ahli baru," tuturnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
1 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
3 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
5 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
5 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
5 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
6 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved