Jika Arus Mudik Padat di Pantura, Polda Jateng Siapkan Pola 4-0

Jum'at, 02 Juni 2017 - 15:59 WIB
Jika Arus Mudik Padat...
Jika Arus Mudik Padat di Pantura, Polda Jateng Siapkan Pola 4-0
A A A
SEMARANG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas khususnya di jalur Pantura saat arus musik dan balik Lebaran 2017 nanti. Salah satu cara yang diambil, ketika arus Pantura dari barat ke timur padat akan diambil pola 4 - 0. Artinya 4 lajur digunakan total untuk arah barat ke timur alias prioritas. Sementara arah sebaliknya yakni timur ke barat akan ditahan dulu, dan dilewatkan jalur alternatif.

"Ini jika sudah masuk situasi merah II. Akan diambil langkah-langkah tersebut," kata Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Bakharuddin di lobi Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (2/6/2017).

Situasi Merah II yang dimaksud ketika exit tol Gringsing (Batang) padat 5 km, Kandeman (Batang) padat 5 km, Gandulan (Pemalang) padat 5 km dan Brexit Pejagan (Brebes) padat 3 km.

Jika ini terjadi, yakni seluruh exit tol dan jalur Pantura padat maka dilaksanakan koordinasi dengan Polda Jawa Barat. Tujuannya, agar dilakukan pembuangan arus lalu lintas ke Pantura di Kanci Cirebon (Jawa Barat) dan arus tol dari barat dikeluarkan di Pejagan untuk diarahkan menuju jalur selatan melalui Klonengan sampai dengan Banyumas.

Untuk arus ke selatan ini dari Pejagan, Bakharuddin menyebut sudah bisa lancar menyusul adanya 4 flyover yang bisa digunakan.

Sehingga hambatan di perlintasan sebidang bisa teratasi. Masing-masing Flyover Dermoleng target fungsional 10 Juni 2017, Flyover Klonengan target fungsional 16 Juni 2017, Flyover Kesambi target fungsional 15 Juni 2017 dan Flyover Kretek target fungsional 16 Juni 2017.
"Nanti jembatan bisa digunakan, yang arah ke selatan," lanjutnya.

Situasi Merah II itu diketahui adalah situasi di mana kondisi lalin paling padat. Untuk situasi normal, apabila jalur tol dan Pantura tidak padat, seluruh arus kendaraan penumpang dari Tol Cipali yang menuju ke Semarang akan diteruskan menuju tol fungsional Gringsing. Untuk kendaraan bus dilewatkan Exit Brebes Timur menuju Pantura.

Sementara untuk situasi Hijau. Yakni, Exit Gringsing padat 3 km termasuk Pantura, maka kendaraan dikeluarkan di Exit Tol Kandeman serta melalui exit-exit tol fungsional yang disiapkan menuju Pantura.

Situasi lainnya adalah Kuning. Ini ketika Exit Gringsing padat 5 km dan Kandeman padat 3 km termasuk Pantura, maka kendaraan keluar di Exit Tol Gandulan serta exit-exit tol fungsional lainnya yang sudah disiapkan menuju Pantura.

Situasi Merah I yakni Exit Gringsing padat 5 km, Kandeman Padat 5km, Gandulan padat 3km. Maka polisi mengambil langkah kendaraan dikeluarkan di Exit Tol Brebes Timur menuju Pantura dan Exit Tol Pejagan menuju Selatan arah Purwokerto.

"Nanti di Cipali ada layar besar (CCTV) sehingga tahu kepadatan arus lalu lintas di Jateng. Kami juga ada CCTV untuk pantau, termasuk di pos-pos," tambah Bakharuddin.

Dia memastikan tol yang digunakan fungsional dari Brebes hingga ke Gringsing. Itu akan beroperasi 24 jam. Akan ada 6 rest area temporal yang disiapkan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djarod Padakova, mengatakan pihak Polda Jawa Tengah telah melakukan analisa dan evaluasi dari Operasi Ramadniya Candi (ORC) 2016.

"Pokok persoalan di tingginya volume arus musik yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia. Juga sistem pengendalian arus musik yang harus terintegrated," kata Djarod saat ditemui di ruang kerjanya.

Selama ORC 2016 terjadi 684 kecelakaan lalu lintas, menyebabkan 41 korban tewas, 69 luka berat dan 1.003 luka ringan. Sementara pada Operasi Ketupat Candi 2015 terjadi 824 lama lantas, menyebabkan 53 korban tewas, 56 luka berat dan 1.234 luka ringan. Itu terhitung H-7 dan H + 7 Lebaran.

Untuk kendaraan yang masuk di Jateng pada ORC 2016 tercatat total 3.416.090 kendaraan. Terinci; 1.225.663 kendaraan penumpang, 120.797 kendaraan barang, 272.836 bus dan 1.796.694 sepeda motor. Pada OKC 2015, tercatat ada 3.067.020 kendaraan masuk Jateng, terinci; 1.286.730 kendaraan penumpang, 137.978 kendaraan barang, 197.409 bus dan 1.445.903 sepeda motor.

"Untuk arus musik dan balik nanti, kami mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh, karena memang bukan peruntukannya," tambah Djarod.
(sms)
Berita Terkait
Puncak Arus Mudik dan...
Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026 di 4 Tanggal Kritis Ini
Puncak Arus Mudik Lebaran...
Puncak Arus Mudik Lebaran Diprediksi pada 28-30 Maret 2025
H-7 Lebaran, Arus Lalu...
H-7 Lebaran, Arus Lalu Lintas di Tol Pemalang-Batang Mulai Ramai Pemudik
Puncak Arus Mudik di...
Puncak Arus Mudik di Terminal Diprediksi Terjadi 8 April 2024
Tembus 241.584 Kendaraan,...
Tembus 241.584 Kendaraan, Tol Solo-Yogyakarta Catat Lonjakan Lalin Tertinggi di Lebaran 2026
Jalur Selatan Nagreg...
Jalur Selatan Nagreg Padat Merayap, Puncak Arus Mudik Diprediksi Hari Ini
Berita Terkini
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
12 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
12 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
13 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
13 jam yang lalu
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved