Warga Jakarta Keluhkan Prosedur Penanganan DBD

Kamis, 01 Juni 2017 - 16:16 WIB
Warga Jakarta Keluhkan...
Warga Jakarta Keluhkan Prosedur Penanganan DBD
A A A
JAKARTA - Penangan demam berdarah dengue (DBD) di DKI Jakarta dikeluhkan warga. Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru akan melakukan pengasapan atau fogging setelah ada korban.

Seorang warga Kompleks sandang, Palmerah, Jakarta Barat, Rifna (60), mengeluhkan hal tersebut. Dirinya telah meminta kepada petugas kelurahan untuk melakukan fogging di tempatnya, yang merupakan indekos. Sebab penghuni mengeluhkan banyaknya nyamuk di indekos tersebut.

"Sudah saya minta. Tapi kata petugas kelurahan, SOP (Standar Operasional Prosedur)-nya harus ada korban dahulu, sementara pakai petugas jumantik (Juru Pemantau Jentik)," ucap Rifna saat ditemui KORAN SINDO, Kamis (1/6/2017).

Rifna mengaku, untuk kebersihan dirinya cukup intens menjaga lingkungan rumahnya. Sejumlah barang bekas ia masukan dalam satu kardus kulkas besar tertutup, barang berupa botol plastik dan kaca itu ia taruh di sebuah gudang.

Sementara terhadap sampah, setiap paginya Rifna rutin membuangnya di bak penampungan depan rumah untuk diambil petugas lingkungan hidup untuk dibawa ke tempat pembuangan sampah (TPS).

"Kami juga melakukan pengurasan terhadap pengurasan air tiap tiga hari, semua bak, toren air, maupun penampungan lainnya di kuras," ucap ibu empat anak ini.

Hal sama diucapkan, Badri (43), seorang warga di Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat. Nyamuk semakin tak terkontrol, setiap malamnya nyamuk berseliweran di rumah dan dalam kamar. Upaya penyemprotan dengan obat nyamuk tak mampu membuat nyamuk pergi.

Badri mengaku, dirinya sempat mengeluhkan hal ini kepada kelurahan, untuk dilakukan fooging. Namun oleh petugas, penyemprotan tak dilakukan sebelum adanya korban. "Katanya harus suspect dulu. Dan dipastikan endemik," keluhnya.

Sebenarnya kata Badri, penyemprotan fooging sudah pernah dilakukan oleh pihak pemerintah pada dua tahun lalu. Kala itu, seorang warganya kritis terbaring lemah di ruang icu RSUD Cengkareng. Seminggu setelah kejadian itu, barulah kelurahan melakukan fooging usai didesak oleh warga sekitar.

Camat Palmerah, Zery Ronazy mengaku, melakukan fooging tidak bisa dilakukan sembarang. Sebab harus dianalisis, salah satunya melaporkan apa adanya warga yang kena DBD atau tidak.

"Kalau memang banyak nyamuk, itu tandanya sekeling atau gotnya kumuh, dan itu harus dibersihkan," cetus Zery.

Zery sendiri mengakui dirinya tak bisa berbuat banyak mengenai aturan baku itu. Sebab ketentuan itu sudah merupakan SOP yang dilakukan pemerintah provinsi terhadap pencegahan demam berdarah.

Meski demikian, Zery mengaku laporan dan analisis demam berdarah bisa di sampaikan kepada petugas jumantik. Petugas ini nantinya akan melakukan pengecekan dan pendataan terhadap lingkungan.

"Apakah perlu fooging atau hanya bergotong royong membersihkan wilayah," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
Hari Demam Berdarah...
Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN 2024, Tingkatkan Kesadaran untuk Cegah DBD
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Takeda Dukung Peringatan...
Takeda Dukung Peringatan Hari Dengue Asean 2024 demi Indonesia Bebas Kematian Akibat DBD 2030
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved