Stok Obat untuk Pasien RSUD Bekasi Menipis

Rabu, 31 Mei 2017 - 01:27 WIB
Stok Obat untuk Pasien...
Stok Obat untuk Pasien RSUD Bekasi Menipis
A A A
BEKASI - Stok persediaan obat di RSUD Kota Bekasi masih menipis. Buktinya, pasien harus merelakan mencari obat ke sejumlah apotik diu luar rumah sakit pelat merah tersebut.

Minimnya persediaan obat RSUD diduga imbas adanya utang piutang pihak rumah sakit ke distributor obat pada 2016 lalu sebesar Rp1 miliar. Akibatnya, pasokan obat dihentikan sebelum pihak rumah sakit membayar tunggakan tersebut.

”Obat tidak ada, saya bingung mau beli di mana. Apotik sendiri kan lokasinya jauh-jauh. Kalaupun ada yang dekat, tetap tidak punya stok obat,” kata Surani (45)salah satu keluarga pasien di RSUD Kota Bekasi kepada wartawan, Selasa, 30 Mei 2017 kemarin.

Padahal,obat yang diperlukan sangat penting untuk kesehatan anaknya yang menderita demam tinggi. Namun, selesai ditangani di Instalasi Gawat Darurat, dan dipersilakan menebus obat di apotek RSUD, malah tidak tersedia.

Pasien lainnya, Fajar (30) mengaku, harus kesulitan mencari obat untuk kesehatan istrinya. Namun, saat berobat ke RSUD, obat yang ingin ditebus malah tidak ada.”Saya malah beli obatnya di Apotek Buaran Jakarta Timur,” katanya dengan nada kesal.

Berdasarkan informasi yang dia dapat dari petugas, rumah sakit memang kerap kekurangan pasokan obat. Tidak jarang pasien atau keluarganya mencari obat dari apotek yang ada di luar rumah sakit. Padahal lokasi apotek cukup jauh dari rumah sakit milik Pemerintah Kota Bekasi itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto Saidi menuturkan, belum mengetahui kasus minimnya pasokan obat di RSUD. "Belum ada laporan.Nanti akan saya koordinasikan dengan direktur RSUD,” katanya.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Bekasi Tri Sulistyaningsih mengaku akan mengecek pasokan obat yang ada di rumah sakit. Dia mengklaim, pihaknya selalu melakukan pengecekan obat secara berkala. ”Kalau stok obatnya mau habis, akan kita adakan secepatnya," katanya.

Habisnya persediaan obat pernah terjadi di RSUD Kota Bekasi pada Oktober 2016 lalu. Saat itu, obat untuk penyakit dalam habis dalam waktu beberapa pekan, sehingga pasien terpaksa membelinya di luar rumah sakit. Kekosongan obat disebut-sebut karena rumah sakit terlilit utang hingga Rp1 miliar kepada distributor obat.

Namun pihak Inspektorat Kota Bekasi mengklaim, minimnya stok obat di sana bukan karena utang, tapi jumlah pasien yang membutuhkan obat tersebut membludak. Utang ini juga dipicu karena adanya kesalahan sistem pembayaran obat tiap tahun.
(whb)
Berita Terkait
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Wilayah di Bekasi yang...
Wilayah di Bekasi yang Menggunakan Nama Harapan
K-eco Pax Global Bangun...
K-eco Pax Global Bangun Ruangan Lab Komputer di Sekolah Tunas Alam
Agustus 2020, Pembangunan...
Agustus 2020, Pembangunan Underpass Bulak Kapal Dimulai
Wali Kota Bekasi Minta...
Wali Kota Bekasi Minta Mendikbud Rumuskan Kebijakan Keringanan Biaya Kuliah Warganya
Begini Penampakan Gepokan...
Begini Penampakan Gepokan Uang Rp5 Miliar dari OTT Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
3 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
3 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
4 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved