Pegawai Kemayu, Warga Duga Klub Gay Sudah Ada Sejak Lama
Senin, 22 Mei 2017 - 18:56 WIB
Pegawai Kemayu, Warga Duga Klub Gay Sudah Ada Sejak Lama
A
A
A
JAKARTA - Warga mengaku tidak kaget dengan terbongkarnya pesta gay di Ruko blok B 15-16 di Jalan Boulevar Bukit Gading Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Karena, kegiatan pesta tersebut sudah terduga sejak lama atau sekitar dua tahunan.
"Semua pegawai kemayu, termasuk pelanggannya. Mereka berjalan tidak seperti laki-laki normal," kata warga yang juga pegawai di PT KAS Ekspres, Amal Fatrulloh (27), di lokasi, Selasa (22/5/2017).
Lokasi ruko PT KAS tepat berada di sisi kiri ruko tersebut. Sebab itu, Amal mengaku cukup hafal beragam kegiatan di luar PT Atlantis GYM. Bahkan diakuinya sejumlah karyawan GYM, tidak termasuk satpam terlihat berlaga kemayu.
"Mereka tampak pede. Sesekali karyawan itu keluar bertelanjang dada menggunakan celana pendek setengah paha," tuturnya.
Bahkan, saking tersohornya tempat dijadikan klub sejenis. Lanjut Amal, dirinya sesekali melihat sejumlah pengunjung berciuman tanpa malu di parkiran. Bahkan beberapa di antara ada yang terlihat untuk check in ke hotel.
"Abang kan tahu, kalau orang kaya mereka (homoseksual) suka heboh kalau lagi ngobrol. Nah saya suka enggak sengaja dengar," tuturnya.
Masih di kawasan itu pula. Setiap malamnya tempat itu selalu ramai gaduh dari lantai 2 di ruko seringkali music hingar dan gaduh seperti klub malam terdengar. Sementara di lantai 3, suara orang berdesah dan geduran tembok oleh tangan juga terdengar.
Di lantai satu sendiri, Amal tak memperhatikan secara detail. Sebab, selain tertutup oleh meja resepsionist. Di lantai itu penjagaan cukup ketat dengan petugas sekuriti yang melakukan penjagaan.
"Kita sendiri cuek saja. Sebab tidak terlalu mengganggu. Kalau jijik, ia lah pasti jijik mas," tuturnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi menjelaskan, pesta seks sejenis kerap digelar, berbagai sarana pendukung terlihat. Mulai dari borgol, krangkeng, tiang tiang striptis, serta kamar ganti untuk penari.
"Semua fasilitas untuk pesta ada di lantai 2 dan 3. Dan dilantai satu hanya loker dan gym kesehatan," jelas Nasriadi.
Rencananya untuk menyelidiki serta memperdalam kasus itu. Satreskrim akan melakukan rekonstruksi di kawasan itu pada Selasa 23 Mei 2017 esok. Sepuluh orang tersangka pun akan dihadirkan untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Hingga berita ini ditulis 10 orang pemilik, manajeman, dan pelaku striptis sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara 131 orang lainnya masih dilakukan pendalaman terkait kasus itu.
"Semua pegawai kemayu, termasuk pelanggannya. Mereka berjalan tidak seperti laki-laki normal," kata warga yang juga pegawai di PT KAS Ekspres, Amal Fatrulloh (27), di lokasi, Selasa (22/5/2017).
Lokasi ruko PT KAS tepat berada di sisi kiri ruko tersebut. Sebab itu, Amal mengaku cukup hafal beragam kegiatan di luar PT Atlantis GYM. Bahkan diakuinya sejumlah karyawan GYM, tidak termasuk satpam terlihat berlaga kemayu.
"Mereka tampak pede. Sesekali karyawan itu keluar bertelanjang dada menggunakan celana pendek setengah paha," tuturnya.
Bahkan, saking tersohornya tempat dijadikan klub sejenis. Lanjut Amal, dirinya sesekali melihat sejumlah pengunjung berciuman tanpa malu di parkiran. Bahkan beberapa di antara ada yang terlihat untuk check in ke hotel.
"Abang kan tahu, kalau orang kaya mereka (homoseksual) suka heboh kalau lagi ngobrol. Nah saya suka enggak sengaja dengar," tuturnya.
Masih di kawasan itu pula. Setiap malamnya tempat itu selalu ramai gaduh dari lantai 2 di ruko seringkali music hingar dan gaduh seperti klub malam terdengar. Sementara di lantai 3, suara orang berdesah dan geduran tembok oleh tangan juga terdengar.
Di lantai satu sendiri, Amal tak memperhatikan secara detail. Sebab, selain tertutup oleh meja resepsionist. Di lantai itu penjagaan cukup ketat dengan petugas sekuriti yang melakukan penjagaan.
"Kita sendiri cuek saja. Sebab tidak terlalu mengganggu. Kalau jijik, ia lah pasti jijik mas," tuturnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi menjelaskan, pesta seks sejenis kerap digelar, berbagai sarana pendukung terlihat. Mulai dari borgol, krangkeng, tiang tiang striptis, serta kamar ganti untuk penari.
"Semua fasilitas untuk pesta ada di lantai 2 dan 3. Dan dilantai satu hanya loker dan gym kesehatan," jelas Nasriadi.
Rencananya untuk menyelidiki serta memperdalam kasus itu. Satreskrim akan melakukan rekonstruksi di kawasan itu pada Selasa 23 Mei 2017 esok. Sepuluh orang tersangka pun akan dihadirkan untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Hingga berita ini ditulis 10 orang pemilik, manajeman, dan pelaku striptis sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara 131 orang lainnya masih dilakukan pendalaman terkait kasus itu.
(mhd)