Ikut Kerja di Proyek Jalan, Remaja Tewas Tertimbun Longsor
Rabu, 17 Mei 2017 - 21:22 WIB
Ikut Kerja di Proyek Jalan, Remaja Tewas Tertimbun Longsor
A
A
A
TABANAN - Nasib nahas menimpa Putu Tangkas (15) buruh proyek pembuatan senderan badan jalan di Banjar Semoja, Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Tabanan pada Rabu (17/5/2017). Jelang tutup pengerjaan proyek tersebutt tiba-tiba bagian tebing ambrol dan menimbun seorang buruh hingga tewas.
Korban yang diketahui asal Banjar Kembang Sari, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng ini sempat dilarikan ke pukesmas namun dalam perjalanan dia dinyatakan tewas.
Berdasarkan data yang dihimpun, saat itu korban bersama empat orang rekannya sesama buruh proyek usai melakukan penggalian untuk rencana pondasi senderan jalan.
Dimana tinggi senderan yang akan dibuat dari bibir anak sungai kurang lebih 10 meter sampai di permukaan jalan utama.
Namun tiba-tiba tanah diatas tebing jalan runtuh dan menimbun lima orang buruh yang sedang bekerja.
Empat buruh lainnya berhasil lolos dan selamat, namun korban Putu Tangkas yang tidak sempat untuk lari tertimbun reruntuhan tanah.
Kapolsek Pupuan AKP IB Mahendra menjelaskan, bahwa runtuhnya tanah galian tersebut karena kondisi tanah labil dan bergetar saat kendaraan melintas di jalan yang akan dibuatkan senderan.
"Mungkin karena tanahnya labil dan bergetar saat ada kendaraan lewat. Korban tertimbun tanah dengan kedalaman 1 meter lebih," ujarnya.
Menurutnya jenazah langsung dibawa ke Buleleng ke rumah korban. "Korban sempat dilarikan ke pukesmas tapi tuhan berkehendak lain," pungkasnya.
Korban yang diketahui asal Banjar Kembang Sari, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng ini sempat dilarikan ke pukesmas namun dalam perjalanan dia dinyatakan tewas.
Berdasarkan data yang dihimpun, saat itu korban bersama empat orang rekannya sesama buruh proyek usai melakukan penggalian untuk rencana pondasi senderan jalan.
Dimana tinggi senderan yang akan dibuat dari bibir anak sungai kurang lebih 10 meter sampai di permukaan jalan utama.
Namun tiba-tiba tanah diatas tebing jalan runtuh dan menimbun lima orang buruh yang sedang bekerja.
Empat buruh lainnya berhasil lolos dan selamat, namun korban Putu Tangkas yang tidak sempat untuk lari tertimbun reruntuhan tanah.
Kapolsek Pupuan AKP IB Mahendra menjelaskan, bahwa runtuhnya tanah galian tersebut karena kondisi tanah labil dan bergetar saat kendaraan melintas di jalan yang akan dibuatkan senderan.
"Mungkin karena tanahnya labil dan bergetar saat ada kendaraan lewat. Korban tertimbun tanah dengan kedalaman 1 meter lebih," ujarnya.
Menurutnya jenazah langsung dibawa ke Buleleng ke rumah korban. "Korban sempat dilarikan ke pukesmas tapi tuhan berkehendak lain," pungkasnya.
(sms)