14 Pasangan Disabilitas Menikah, Deddy Mizwar Jadi Saksi

Rabu, 17 Mei 2017 - 13:58 WIB
14 Pasangan Disabilitas...
14 Pasangan Disabilitas Menikah, Deddy Mizwar Jadi Saksi
A A A
BANDUNG - Kebahagiaan terpancar dari wajah 14 pasangan yang merupakan penyandang disabilitas saat melakukan nikah massal di Halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat.

"Ada 14 (pasangan) yang mengikuti nikah massal ini. Mereka merupakan pasangan dari tunanetra dan penyandang disabilitas. Ini istimewa karena saksi mereka yakni Pak Wakil Gubernur," kata Soraya, koordinator pernikahan Mimbar Hiburan Amal Bagi Duafa (MHABD) ‎di Halaman Belakang Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (17/5/2017).

Menurutnya, 14 pasangan yang terpilih untuk dinikahkan ini seluruh kebutuhan pernikahan mulai dari maskawin hingga lainnya telah dipersiapkan panitia yang bekerja sama dengan sejumlah pihak. "Maskawin yang disediakan panitia, satu gram emas logam mulia," katanya.

‎Sementara itu, Dedi Sumiadi (32), tampak bahagia telah mempersunting gadis pujaan hatinya, Engkon Niah (24). ‎Gadis itu dikenalnya dua minggu lalu via ponsel. "Saya dikenalin sama teman, lalu saya coba terus hubungi," katanya.

Upaya Dedi mengajak nikah disambut Engkon. Tak lama, mereka pun kemudian daftar menikah massal. "Saya yakin saja (menikah), karena saya sudah siap," kata pria yang bekerja sebagai tukang pijat ini. "Ke depan saya ingin buka usaha pijat bareng sama istri," ujarnya.

‎Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, kegiatan ini sudah ke-28 kalinya dilaksanakan. Jika sebelumnya acara dilakukan di Pendopo Kota Bandung, tahun ini diselenggarakan di Gedung Sate.

"‎Uniknya ini kaum difabel. Sekarang ini pemberdayaan. Bukan hanya belas kasihan, tapi hak mereka sebagai warga negara terpenuhi."

Nantinya, para difabel ini akan diberdayakan dengan diberikan pelatihan dari pengusaha lain untuk menambah skill mereka. "Terhadap penyandang disabilitas, ini sekarang paradigmanya yang semula dari charity base menjadi right base."

Charity base adalah memandang disabilitas dalam fisik seseorang dengan mengandalkan belas kasihan dalam pemenuhan kebutuhannya. Sedangkan right base memandang disabilitas sebagai bentuk interaksi sosial yang tercermin dalam lingkungan, pendekatannya secara sosial, dan pemenuhan kebutuhan HAM berbasis pada prinsip persamaan.
(zik)
Berita Terkait
Pemerintah Terus Berupaya...
Pemerintah Terus Berupaya Fasilitasi Disabilitas di Berbagai Bidang
Pentingnya Kolaborasi...
Pentingnya Kolaborasi untuk Ciptakan Peluang bagi Penyandang Disabilitas
Wajib Dikenali dan Dipelajari!...
Wajib Dikenali dan Dipelajari! Ini 7 Simbol-simbol Disabilitas
Hari Disabilitas Internasional,...
Hari Disabilitas Internasional, Momentum Beri Dukungan Nyata
Menembus Batas, Jembatan...
Menembus Batas, Jembatan Harapan Disabilitas untuk Menggapai Mimpi
Puluhan Disabilitas...
Puluhan Disabilitas Dapat Pelatihan Pengembangan Keterampilan dan Self Branding
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
8 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
8 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
9 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
15 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
15 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
17 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved