Dishub Lakukan Pemeriksaan Mendadak Angkutan Umum di Terminal Indihiang
Rabu, 03 Mei 2017 - 10:49 WIB
Dishub Lakukan Pemeriksaan Mendadak Angkutan Umum di Terminal Indihiang
A
A
A
TASIKMALAYA - Para sopir bus dan angkutan umum di Terminal Tipe A Indihiang, Kota Tasikmalaya, dikejutkan dengan pemeriksaan secara mendadak terhadap kendaraan oleh petugas dan tim penguji dari Dishub Kota Tasikmalaya. Pemeriksaan mendadak ini itu dilaksanakan menyusul terjadinya kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan banyaknya korban jiwa akibat kendaraan yang tidak layak jalan.
Satu per satu bus tersebut diperiksa, mulai dari surat-surat kendaraannya hingga pengecekan fisik kendaraannya, baik kendaraan angkutan bus besar, bus kecil, hingga angkutan elf. Petugas pun banyak menemukan kendaraan yang secara teknis terdapat kekurangan, mulai ban botak, tidak ada rem tangan, hingga adanya kendaraan angkutan yang menyelewengkan trayek angkutannya.
Menurut Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Yono Suharyono, pemeriksaan pengujian yang masuk ke terminal sebenarnya rutin dilaksanakan setiap hari meskipun diakui tidak seluruhnya diperiksa akibat keterbatasan personel. Namun secara berkala perusahaan angkutan tersebut melakukan uji kendaraannya ke Kantor Dinas Perhubungan.
“Kali ini kami lakukan pemeriksaan secara langsung atau sidak berkaitan dengan banyaknya terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa. Tadi pun ditemukan adanya kendaraan yang tidak memiliki rem tangan, ban gundul, hingga penyelewengan trayek. Itu jelas kami tindak, kendaraan yang tidak layak jalan kami kembalikan ke perusahaannya agar diganti serta yang menyelewengkan trayek itu dengan terpaksa kami tilang,” tegas Yono.
Di Terminal A Indihiang Kota Tasikmalaya, sedikitnya 60 kendaraan angkutan keluar masuk dari sejumlah perusahaan angkutan dan seharusnya semuanya layak jalan tidak ada kekurangan satu apa pun. Jadi penumpang yang dibawanya tidak perlu merasa khawatir, terjadi kecelakaan yang diakibatkan dengan kendaraan yang sebenarnya tidak layak beroperasi.
“Iya kendaraan saya memang tidak memiliki rem tangan, saya sadari itu memang membahayakan dan akan saya laporkan kepada pemiliknya karena saya cuma sopir. Saya pun akui tidak ada rem tangan sangat membahayakan, terutama pada saat berhenti harus selalu dijaga dengan terus menginjak rem agar mobil tidak sampai tergelincir atau bergerak maju serta mundur,” ungkap Didi (50), seorang sopir bus kecil Jurusan Cipatujah-Kota Tasikmalaya.
Berbeda dengan Didi dan Sanusi (48), bus SO Graha Perdana yang dikendarainya menggunakan ban yang sudah gundur berupa vulkanisir. “Tadi ditegur karena bannya gundul. Diminta kembali dan harus mengganti bannya terlebih dahulu, memang saya akui keadaannya yang sudah tidak layak,” ujar Sanusi.
Satu per satu bus tersebut diperiksa, mulai dari surat-surat kendaraannya hingga pengecekan fisik kendaraannya, baik kendaraan angkutan bus besar, bus kecil, hingga angkutan elf. Petugas pun banyak menemukan kendaraan yang secara teknis terdapat kekurangan, mulai ban botak, tidak ada rem tangan, hingga adanya kendaraan angkutan yang menyelewengkan trayek angkutannya.
Menurut Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Yono Suharyono, pemeriksaan pengujian yang masuk ke terminal sebenarnya rutin dilaksanakan setiap hari meskipun diakui tidak seluruhnya diperiksa akibat keterbatasan personel. Namun secara berkala perusahaan angkutan tersebut melakukan uji kendaraannya ke Kantor Dinas Perhubungan.
“Kali ini kami lakukan pemeriksaan secara langsung atau sidak berkaitan dengan banyaknya terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa. Tadi pun ditemukan adanya kendaraan yang tidak memiliki rem tangan, ban gundul, hingga penyelewengan trayek. Itu jelas kami tindak, kendaraan yang tidak layak jalan kami kembalikan ke perusahaannya agar diganti serta yang menyelewengkan trayek itu dengan terpaksa kami tilang,” tegas Yono.
Di Terminal A Indihiang Kota Tasikmalaya, sedikitnya 60 kendaraan angkutan keluar masuk dari sejumlah perusahaan angkutan dan seharusnya semuanya layak jalan tidak ada kekurangan satu apa pun. Jadi penumpang yang dibawanya tidak perlu merasa khawatir, terjadi kecelakaan yang diakibatkan dengan kendaraan yang sebenarnya tidak layak beroperasi.
“Iya kendaraan saya memang tidak memiliki rem tangan, saya sadari itu memang membahayakan dan akan saya laporkan kepada pemiliknya karena saya cuma sopir. Saya pun akui tidak ada rem tangan sangat membahayakan, terutama pada saat berhenti harus selalu dijaga dengan terus menginjak rem agar mobil tidak sampai tergelincir atau bergerak maju serta mundur,” ungkap Didi (50), seorang sopir bus kecil Jurusan Cipatujah-Kota Tasikmalaya.
Berbeda dengan Didi dan Sanusi (48), bus SO Graha Perdana yang dikendarainya menggunakan ban yang sudah gundur berupa vulkanisir. “Tadi ditegur karena bannya gundul. Diminta kembali dan harus mengganti bannya terlebih dahulu, memang saya akui keadaannya yang sudah tidak layak,” ujar Sanusi.
(wib)