Pengamat: Polri Jangan Terlalu Jauh Melibatkan Diri dalam Pilgub DKI

Selasa, 18 April 2017 - 14:28 WIB
Pengamat: Polri Jangan...
Pengamat: Polri Jangan Terlalu Jauh Melibatkan Diri dalam Pilgub DKI
A A A
JAKARTA - Aparat penegak hukum diminta bersikap netral dalam pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta putaran kedua 19 April 2017 besok. Masyarakat pun saat ini menilai institusi kepolisian sudah terlalu jauh melibatkan diri dalam Pilgub DKI Jakarta.

Pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno menilai, dalam setiap pelaksanaan pilkada selain netralitas KPU dan Bawaslu, salah satu sorotan krusial adalah netralitas aparat sipil negara, seperti PNS, polisi, dan lain sebagainya. Belakangan ini, sepak terjang kepolisian paling banyak dipergunjingkan.

Misalnya soal kiprah kepolisian dalam menegakkan pelanggaran Pilgub DKI yang dilaporkan masyarakat kerap dinilai berat sebelah dan condong memihak paslon tertentu. Ataupun munculnya video yang viral di medsos tentang adanya oknum penegak hukum yang seakan membiarkan praktik bagi-bagi sembako jelang pencoblosan.

Apapun motifnya, masyarakat menilai aparat mulai terlalu jauh melibatkan diri dalam pilkada, bukan lagi soal pengamanan semata. Teranyar, kepolisian mengomentari hasil rilis survei banyak lembaga survei soal elektabilitas dua paslon Pilgub DKI. Polri menyatakan, masyarakat jangan percaya dengan hasil survei.

"Tugas menilai hasil survei tersebut adalah timses paslon, akademisi, politisi, peneliti, dan seterusnya. Polri mestinya tak mengomentari hasil survei karena hanya akan memancing kecurigaan di masyarakat," kata Adi Prayitno kepada KORAN SINDO, Selasa (18/4/2017).

Jelang pencoblosan, lanjut Adi, tentu saja masyarakat berharap aparat benar-benar bekerja profesional menegakkan peraturan, menindak tegas semua laporan masyarakat secara adil dan tak berat sebelah. Sebab, tugas utama polisi adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat, bukan sebaliknya.

Jangan sampai polisi terseret dalam kepentingan politik salah satu paslon tertentu. Di luar itu, sejauh ini masyarakat belum melihat kemajuan kinerja Bawaslu. "Padahal sudah banyak sduan masyarakat soal dugaan kecurangan, praktik politik uang, maraknya banjir bandang sembako," ucapnya.

Menurut Adi, jika Bawaslu nyaris tak kunjung menunjuklan kinerja lebih baik, lalu pada siapa masyarakat mengadukan setiap kecurangan yang vulgar terjadi. Karena hanya Bawaslu yang berhak memberikan punishment terhadap setiap pelanggaran pilkada.

Pada saat bersamaan, masyarakat sudah mulai tak percaya 100 persen lagi pada aparat kepolisian utk bekerja profesional dan adil. "Ini pertanda kemunduran demokrasi yang terjadi di Ibu kota," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
Menakar Peluang Duet...
Menakar Peluang Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Survei Polstat: Elektabilitas...
Survei Polstat: Elektabilitas Anies Tertinggi di Pilgub DKI Jakarta, Ahok Kedua
Respons Ganjar soal...
Respons Ganjar soal Wacana Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Survei Cagub DKI: Anies...
Survei Cagub DKI: Anies Baswedan Terkuat, Elektabilitas Ahmad Sahroni di atas Djarot
Berita Terkini
Polisi Kantongi Identitas...
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
36 menit yang lalu
2 Jam Penyisiran, Polisi...
2 Jam Penyisiran, Polisi Belum Ditemukan Bom di SDN Srengseng Sawah 15
42 menit yang lalu
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
1 jam yang lalu
Kapolsek Jagakarsa:...
Kapolsek Jagakarsa: Ancaman Bom di SDN Jaksel Dikirim lewat WhatsApp saat Upacara
1 jam yang lalu
Ancaman Teror Bom Gegerkan...
Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
2 jam yang lalu
Kebakaran Landa Permukiman...
Kebakaran Landa Permukiman Warga di Pulogadung, 3 Orang Tewas dan 1 Luka
2 jam yang lalu
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved