Pemprov DKI Pasrah Atas Kemacetan Akibat Pembangunan

Selasa, 11 April 2017 - 20:53 WIB
Pemprov DKI Pasrah Atas...
Pemprov DKI Pasrah Atas Kemacetan Akibat Pembangunan
A A A
JAKARTA - Kemacetan di sejumlah ruas jalan DKI Jakarta yang terdampak pembangunan tak bisa dihindarkan. Kemacetan saat ini dianggap sebuah pengorbanan untuk masa depan.

"Pertanyaannya sederhana, sekarang macet atau nanti macet hilang sama sekali di Jakarta. Kemacetan ini merupakan pengorbanan untuk masa depan," kata Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 10 April 2017 kemarin.

Sumarsono menjelaskan, kemacetan di sekitar lokasi pembangunan dan penutupan perlintasan kereta api hanyalah sementara. Untuk itu, kemacetan boleh terjadi asal kedepannya menjadi lancar.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri itu optimistis dengan banyaknya pembangunan flyover, underpass, perbaikan angkutan umum dan penambahan transportasi masal, kemacetan di DKI dapat terurai.
"Perlintasan kereta ini ditutup sementara waktu. Sama dengan pembangunan flyover. Kalau di Pancoran ya? Itu hanya butuh empat hari saja untuk transisi memasang tonggak-tonggak itu tapi kalau sudah selesai empat hari buka lagi akan lancar," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menuturkan, selain adanya pembangunan infrastruktur dan terus bertambahnya jumlah kendaraan pribadi yang tidak sebanding dengan jumlah jalan, penyebab kemacetan di Jakarta disebabkan oleh banyaknya parkir liar, angkutan umum yang berhenti sembarang dan putaran arah yang tidak dijaga.
Menurut Andri, untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya terkendala minimnya petugas pengawas di lapangan. Berdasarkan catatannya, petugas di lapangan saat ini berjumlah 1.131 orang yang dibagi dua shift. Sedangkan, untuk menjaga putaran arah atau u-turn sebanyak 421 titik saja, Dishub membutuhkan 1.684 personel.

"Jumlah titik kemacetan di luar u-turn ada 416, baik itu parkir liar atau berhentinya angkutan umum sembarang tempat. Total titik kemacetan ada 837. Saat ini baru 141 titik yang tercover, masing-masing titik dijaga 2-3 orang," ungkapnya.

Saat ini, perbaikan dan penambahan transportasi massal yang saling terintegrasi sedang dilakukan, baik revitalisasi angkutan umum Bus Rapid Transit (BRT) ataupun non-BRT, pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), dan Light Rail Transit (lRT). Kemudian, untuk penambahan ruas jalan, pihaknya dibantu Dinas Bina Marga sedang melakukan pembangunan underpass dan flyover, pembangunan simpang susun Semanggi dan sebagainya.

Lalu untuk pembatasan, pihaknya saat ini sedang melelang Electronic Road Pricing (ERP), dan parkir mesin Andri optimistis bila semuanya akan selesai berbarengan pada 2018 dan membuat kemacetan berkurang dan kecepatan rata-rata bisa mencapai batas ideal rata-rata 35 kilometer per jam.

"Penangananya membutuhkan waktu. Dalam waktu dekat ini kami hanya bisa mengandalkan petugas dilapangan untuk mengurai kemacetan," ujarnya.
(whb)
Berita Terkait
Deretan Kota-Kota di...
Deretan Kota-Kota di Indonesia dengan Tingkat Kemacetan Tertinggi
Makin Parah, Jakarta...
Makin Parah, Jakarta Tempati Peringkat Ketujuh Kota Termacet di Dunia
Kurangi Macet di Jakarta,...
Kurangi Macet di Jakarta, Heru Budi Akan Bahas Pembagian Jam Kerja Usai Lebaran
Potret Kemacetan Imbas...
Potret Kemacetan Imbas Penutupan Jalan Protokol
Kerugian Rp71,4 Triliun...
Kerugian Rp71,4 Triliun Akibat Macet Parah di 6 Kota
Jelang Jumatan, Mampang...
Jelang Jumatan, Mampang Prapatan Macet Parah
Berita Terkini
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
3 menit yang lalu
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
37 menit yang lalu
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
1 jam yang lalu
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
3 jam yang lalu
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
8 jam yang lalu
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
9 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved