HT Tegaskan Jakarta Butuh Pemimpin Milik Seluruh Masyarakat
Selasa, 11 April 2017 - 04:23 WIB
HT Tegaskan Jakarta Butuh Pemimpin Milik Seluruh Masyarakat
A
A
A
JAKARTA - Jakarta membutuhkan pemimpin yang berdiri di tengah, milik seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Tidak membeda-bedakan status sosial, latar belakang, suku, etnis, maupun agama.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat pidato kebangsaan di konsolidasi kemenangan Anies-Sandi, di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, bersama tokoh nasional dan lintas agama.
Dalam Pilgub DKI Jakarta kata HT, Perindo secara objektif memilih pasangan nomor urut tiga karena pasangan tersebut sesuai dengan kebutuhan warga Jakarta.
"Jakarta butuh pemimpin yang tidak hanya probisnis, tapi harus prorakyat juga. Membangun kesejahteraan masyarakat dengan keberpihakan," kata HT, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (10/4/2017).
HT mengatakan, selama ini di Indonesia, termasuk Jakarta, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan cenderung probisnis. Diakuinya, probisnis adalah hal yang bagus, namun harus diimbangi dengan kebijakan prorakyat.
"Kebijakan yang membangun kesejahteraan masyarakat bawah menjadi menengah, menengah menjadi mapan. Sehingga masyarakat produktif bertumbuh dan perekonomian pun akan lebih cepat maju," ucap HT.
Lebih lanjut HT mengungkapkan, itu bisa terjadi bila ada keberpihakan dari pemerintah. Yaitu kebijakan yang memberi kesempatan masyarakat untuk maju. Misalnya saja untuk usaha kecil bisa mendapatkan pinjaman murah, pelatihan, dan proteksi.
"Dengan membangun kesejahteraaan masyarakat bawah, akan tumbuh pilar-pilar baru yang memperkuat ekonomi Jakarta. Hal tersebut bisa menjadi contoh untuk pembangunan daerah lain," tutur HT.
Dalam pertemuan tersebut, hadir juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais dan Din Syamsuddin, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, politikus Partai Golkar Titiek Soeharto, serta berbagai tokoh lintas agama.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat pidato kebangsaan di konsolidasi kemenangan Anies-Sandi, di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, bersama tokoh nasional dan lintas agama.
Dalam Pilgub DKI Jakarta kata HT, Perindo secara objektif memilih pasangan nomor urut tiga karena pasangan tersebut sesuai dengan kebutuhan warga Jakarta.
"Jakarta butuh pemimpin yang tidak hanya probisnis, tapi harus prorakyat juga. Membangun kesejahteraan masyarakat dengan keberpihakan," kata HT, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (10/4/2017).
HT mengatakan, selama ini di Indonesia, termasuk Jakarta, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan cenderung probisnis. Diakuinya, probisnis adalah hal yang bagus, namun harus diimbangi dengan kebijakan prorakyat.
"Kebijakan yang membangun kesejahteraan masyarakat bawah menjadi menengah, menengah menjadi mapan. Sehingga masyarakat produktif bertumbuh dan perekonomian pun akan lebih cepat maju," ucap HT.
Lebih lanjut HT mengungkapkan, itu bisa terjadi bila ada keberpihakan dari pemerintah. Yaitu kebijakan yang memberi kesempatan masyarakat untuk maju. Misalnya saja untuk usaha kecil bisa mendapatkan pinjaman murah, pelatihan, dan proteksi.
"Dengan membangun kesejahteraaan masyarakat bawah, akan tumbuh pilar-pilar baru yang memperkuat ekonomi Jakarta. Hal tersebut bisa menjadi contoh untuk pembangunan daerah lain," tutur HT.
Dalam pertemuan tersebut, hadir juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais dan Din Syamsuddin, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, politikus Partai Golkar Titiek Soeharto, serta berbagai tokoh lintas agama.
(maf)