Puluhan Ribu Warga Bekasi Tolak Gunakan Kontrasepsi

Kamis, 06 April 2017 - 22:54 WIB
Puluhan Ribu Warga Bekasi...
Puluhan Ribu Warga Bekasi Tolak Gunakan Kontrasepsi
A A A
JAKARTA - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi menyebutkan, sebanyak puluhan ribu pasangan usia subur (PUS) di wilayahnya menolak menggunakan alat kontrasepsi. Alasannya, mereka enggan bagian intimnya disentuh oleh tim medis.

"Jumlah PUS pada tahun 2016 yang menolak menggunakan alat kontrasepsi berjumlah 86.471 pasangan dari total PUS mencapai 457.440 pasangan," ujar Sekretaris DPPKB Kota Bekasi, Hudi Wijayanto, Kamis 6 April 2017. Sementara sisanya sebanyak 370.969 pasangan memilih menggunakan alat kontrasepsi.

Menurut dia, warga yang menggunakan alat kotrasepsi ini karena berbagai pertimbangan, salah satunya adalah menjaga jarak kelahiran anaknya. Namun, untuk yang menolak lantaran mereka malu untuk ditangani tim medis. Sebab, alat kelamin merupakan bagian yang privasi (pribadi).

Saat ini, kata dia, ada tujuh jenis kontrasepsi yang ditawarkan yaitu spiral, metode operasi pria (MOP), metode operasi wanita (MOW), kondom, implan, suntik dan pil. Dari tujuh alat kontrasepsi itu, jenis suntik yang paling diminati warga hingga menembus 145.080 orang.

Kemudian disusul kontrasepsi pil yang mencapai 93.181 orang. Sehingga, kedua alat kontrasepsi ini diminati karena dianggap praktis dengan risiko yang minim. Pasalnya, resiko memang minim, tapi cenderung berdampak pada hormon seperti meningkatnya berat badan karena nafsu makan bertambah dan flek hitam diwajah.

Hudi menjelaskan, PUS idealnya mengikuti program keluarga berencana (KB) yang digagas oleh pemerintah. Tujuannya menekan laju pertumbuhan penduduk yang kini telah menembus 2,6 juta orang dan meningkatkan keluarga berkualitas dengan jumlah anak dua orang.

Kabid Keluarga Berencana, DPPKB Kota Bekasi, Farida Darmastuti menambahkan, pasangan yang mengikuti program Keluarga Berencana (KB) biasanya telah memiliki dua anak. Tujuan mereka adalah untuk menjaga jarak kelahiran anak-anaknya.

Selain itu, kata dia, mereka juga mempertimbangkan beban ekonomi bila memiliki banyak anak. "Punya banyak anak dengan jarak kelahiran yang cukup dekat, mungkin bisa merepotkan juga. Apalagi bila sang ibu bekerja untuk membantu perekonomian keluarga," tambahnya.

Farida mengungkapkan, pemasangan alat kontrasepsi itu diberikan secara gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi. Dengan catatan, mereka telah terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Kartu Bekasi Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
(mhd)
Berita Terkait
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Wilayah di Bekasi yang...
Wilayah di Bekasi yang Menggunakan Nama Harapan
K-eco Pax Global Bangun...
K-eco Pax Global Bangun Ruangan Lab Komputer di Sekolah Tunas Alam
Agustus 2020, Pembangunan...
Agustus 2020, Pembangunan Underpass Bulak Kapal Dimulai
Wali Kota Bekasi Minta...
Wali Kota Bekasi Minta Mendikbud Rumuskan Kebijakan Keringanan Biaya Kuliah Warganya
Hujan sejak Siang, Sejumlah...
Hujan sejak Siang, Sejumlah Permukiman Warga di Kota Bekasi Mulai Tergenang
Berita Terkini
Memilukan, Driver Ojol...
Memilukan, Driver Ojol Tewas Ditikam saat Tidur di Pangkalan, Motor dan Ponsel Raib
16 menit yang lalu
Bom Rakitan Meledak...
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelajar Ditangkap Polisi
26 menit yang lalu
Suhu di Papua Barat...
Suhu di Papua Barat Tembus 39,2 Derajat Celsius, Panas Tertinggi di Indonesia
29 menit yang lalu
Cetak Generasi Berkarakter,...
Cetak Generasi Berkarakter, PHG Dirikan Sekolah Dian Harapan di Bandung
32 menit yang lalu
Pendekar 08 Kolaborasi...
Pendekar 08 Kolaborasi dengan Pemda Hadirkan Khitanan Massal Gratis
1 jam yang lalu
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved