Bertemu Pengusaha Muda, Sandiaga Berikan Tips Bisnis Agar Lebih Maju
Rabu, 05 April 2017 - 16:27 WIB
Bertemu Pengusaha Muda, Sandiaga Berikan Tips Bisnis Agar Lebih Maju
A
A
A
JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan beberapa anak muda yang memiliki usaha kecil dan menengah. Pertemuan Sandiaga dan Pengusaha muda ini dilakukan di salah satu warung roti bakar di Jatiwaringin, Jakarta Timur.
Dalam diskusi santai tersebut, Sandi menerima beberapa pertanyaan dan sharing dari para pengusaha muda tersebut. Salah satu keluhan yang muncul di tengah pengusaha muda, yakni masih banyaknya aksi penjiplakan hasil karya mereka. Hal tersebut dirasa menjadi hambatan bagi pengusaha muda lantaran produk yang masih baru dan masih belum mendapatkan hak paten.
"Kalau masalah peniruan, kita pakai shock terapi dulu saja, misal, pakai law firm yang biasa saja dulu, tidak usah yang mahal, kita beri peringatan, misal 'jika anda masih meniru produk kami maka kami akan laporkan ke pihak berwajib'," kata Sandiaga kepada pengusaha muda itu, Rabu (5/4/2017).
Kiatnya tersebut, menurut Sandi dapat dilakukan sebagai shock terapi untuk melihat respon pihak yang meniru. Namun, dia juga menyarankan untuk tetap merangkul dalam artian tetap terbuka untuk bekerja sama. "Kita berikan peringatan tapi juga kita ajak bekerja sama 'jika anda mau bekerja sama , kami terbuka' nah itu kita lihat bagaimana responnya," kata Sandiaga.
Sandiaga pun merasa salut dengan hasil karya usaha para pengusaha muda tersebut. Di usia yang masih terbilang dini, mereka telah memiliki usaha seperti bidang fashion (gamis), kuliner (kripik pisang), dan rumah makan (Ropisbak Ghifari). "Jangan takut untuk mencoba, dan kita melihat dari teman-teman pengusaha muda ini, mereka tekun dalam usaha" tutup Sandi.
Dalam diskusi santai tersebut, Sandi menerima beberapa pertanyaan dan sharing dari para pengusaha muda tersebut. Salah satu keluhan yang muncul di tengah pengusaha muda, yakni masih banyaknya aksi penjiplakan hasil karya mereka. Hal tersebut dirasa menjadi hambatan bagi pengusaha muda lantaran produk yang masih baru dan masih belum mendapatkan hak paten.
"Kalau masalah peniruan, kita pakai shock terapi dulu saja, misal, pakai law firm yang biasa saja dulu, tidak usah yang mahal, kita beri peringatan, misal 'jika anda masih meniru produk kami maka kami akan laporkan ke pihak berwajib'," kata Sandiaga kepada pengusaha muda itu, Rabu (5/4/2017).
Kiatnya tersebut, menurut Sandi dapat dilakukan sebagai shock terapi untuk melihat respon pihak yang meniru. Namun, dia juga menyarankan untuk tetap merangkul dalam artian tetap terbuka untuk bekerja sama. "Kita berikan peringatan tapi juga kita ajak bekerja sama 'jika anda mau bekerja sama , kami terbuka' nah itu kita lihat bagaimana responnya," kata Sandiaga.
Sandiaga pun merasa salut dengan hasil karya usaha para pengusaha muda tersebut. Di usia yang masih terbilang dini, mereka telah memiliki usaha seperti bidang fashion (gamis), kuliner (kripik pisang), dan rumah makan (Ropisbak Ghifari). "Jangan takut untuk mencoba, dan kita melihat dari teman-teman pengusaha muda ini, mereka tekun dalam usaha" tutup Sandi.
(pur)