Lereng Gunung Welirang Krisis Air Bersih

Kamis, 30 Maret 2017 - 14:13 WIB
Lereng Gunung Welirang...
Lereng Gunung Welirang Krisis Air Bersih
A A A
PASURUAN - Bencana kebakaran dan penggundulan hutan di kawasan Lereng Gunung Welirang-Arjuno berpotensi menurunkan debit mata air bagi warga sekitar. Dari 28 titik sumber air yang mengalir, saat ini hanya menyisakan 16 titik sumber air untuk kebutuhan masyarakat dan irigasi persawahan.

Pembina Yayasan Alam Hijau Pasuruan Muslim Mustadjab mengungkapkan, penurunan debit air yang berlangsung terus menerus akan mengancam kehidupan umat manusia. Jika tidak segera dilakukan penghijauan hutan dan gunung, potensi bencana sesungguhnya akan terjadi di Kabupaten Pasuruan.

"Air menjadi kebutuhan yang utama bagi manusia. Berkurangnya ketersediaan air di sejumlah sumber, saat ini sudah mulai terasa. Ada 12 mata air di Lereng Gunung Welirang-Arjuno yang sudah mati," kata Muslim Mustadjab saat mengawali Program Kino Go Green di Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/3/2017).

Menurut Muslim, kepedulian masyarakat dan peran aktif perusahaan yang selama ini memanfaatkan sumber air untuk kepentingan usaha, sangatlah dibutuhkan. Penanaman pohon yang dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian sosial menjadi salah satu upaya untuk menghijaukan kembali hutan dan gunung.

"Kami sangat mendukung program CSR perusahaan yang peduli terhadap lingkungan. Penanaman pohon harus dilakukan sungguh-sungguh. Kerja sama dengan kelompok tani hutan harus dimaksimalkan agar pohon yang ditanam terawat dan tumbuh dengan baik," kata Muslim Mustadjab.

Operational Director PT Kino Indonesia Rody Theo mengungkapkan, selama kurun waktu tiga tahun, pihaknya bekerja sama dengan kelompok tani hutan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo melakukan penanaman 6.500 pohon di atas lahan seluas lima hektare. Beberapa jenis bibit pohon yang ditanam antara lain Genitri, Matoa, Kemiri, Kluwek, dan Klerek.

"Jenis pohon ini mudah tumbuh di areal hutan. Hasil buahnya juga memiliki nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Ini sekaligus sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat kelompok tani hutan," kata Rody Theo.
(zik)
Berita Terkait
Atasi Krisis Air Bersih,...
Atasi Krisis Air Bersih, Panglima Kodam Udayana Lakukan Ini
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Bangunan Bertingkat Sedot Air Tanah
Warga Bandengan Sudah...
Warga Bandengan Sudah 3 Bulan Sulit Dapat Air Bersih, Mandi Susah Cucian Menumpuk
Jaga Kebersihan Air,...
Jaga Kebersihan Air, UV Sterilization Teknologi Pembunuh Bakteri
Pipa HDPE ALVApipe Dukung...
Pipa HDPE ALVApipe Dukung Penyaluran Air Bersih di Indonesia
Masyarakat Dinilai Harus...
Masyarakat Dinilai Harus Diberikan Kemudahan Akses Air Bersih
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
2 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
2 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
3 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
3 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
5 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
6 jam yang lalu
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved