Spesialis Ranmor di Ciputat Dibekuk Saat Mengendap-endap di Rumah Warga
Rabu, 22 Maret 2017 - 11:16 WIB
Spesialis Ranmor di Ciputat Dibekuk Saat Mengendap-endap di Rumah Warga
A
A
A
TANGERANG - Petugas Polsek Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), berhasil menciduk spesialis pencurian kendaraan bermotor berinisial AL (37). Dari kawsan Pamulang, Ciputat, dan Serpong, kawanan ini berhasil menggasak delapan unit sepeda motor.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander mengatakan, pelaku biasa beraksi di Ciputat, Pamulang, dan Serpong. Pelaku ditangkap saat mengendap-endap di rumah warga.
"Tersangka ini terbilang mempunyai alat baru dalam aksinya. Dia memakai magnet modifikasi untuk membuka penutup atau pengaman pada kunci motor," katanya, kepada SINDOnews, di Ciputat, Rabu (22/3/2017).
Kepada petugas, tersangka mengaku tidak beraksi seorang diri. Dia ditemani temannya yang kini telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Tangsel.
"Komplotan ini telah mencuri delapan motor di tiga lokasi, yakni Ciputat, Pamulang, dan Serpong. Saat tersangka AL ditangkap, temannya kabur. Dia ditinggalkan temannya," terangnya.
Komplotan ini, biasa beraksi di kawasan perumahan yang pekarangannya tidak memiliki pagar. Mereka juga kerap beraksi di kawasan perumahan cluster yang lebih pengamanannya ketat.
"Para pelaku ini hampir tidak diprediksi. Mereka seperti orang biasa saja pada umumnya saat melakukan aksi, dan tidak tampil mencurigakan," katanya.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander mengatakan, pelaku biasa beraksi di Ciputat, Pamulang, dan Serpong. Pelaku ditangkap saat mengendap-endap di rumah warga.
"Tersangka ini terbilang mempunyai alat baru dalam aksinya. Dia memakai magnet modifikasi untuk membuka penutup atau pengaman pada kunci motor," katanya, kepada SINDOnews, di Ciputat, Rabu (22/3/2017).
Kepada petugas, tersangka mengaku tidak beraksi seorang diri. Dia ditemani temannya yang kini telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Tangsel.
"Komplotan ini telah mencuri delapan motor di tiga lokasi, yakni Ciputat, Pamulang, dan Serpong. Saat tersangka AL ditangkap, temannya kabur. Dia ditinggalkan temannya," terangnya.
Komplotan ini, biasa beraksi di kawasan perumahan yang pekarangannya tidak memiliki pagar. Mereka juga kerap beraksi di kawasan perumahan cluster yang lebih pengamanannya ketat.
"Para pelaku ini hampir tidak diprediksi. Mereka seperti orang biasa saja pada umumnya saat melakukan aksi, dan tidak tampil mencurigakan," katanya.
(ysw)