Rumah di Puncak Ambruk, Satu Lansia Tewas dan Ibunya Kritis
Sabtu, 18 Maret 2017 - 20:59 WIB
Rumah di Puncak Ambruk, Satu Lansia Tewas dan Ibunya Kritis
A
A
A
BOGOR - Rumah warga Kampung Pesanggrahan, RT 2 RW 5, Cisarua, Kabupaten Bogor ambruk. Peristiwa itu terjadi pasca hujan yang mengguyur wilayah Bogor, khususnya kawasan Puncak, sejak pagi hingga Sabtu (18/3/2017) petang.
Pada kejadian itu, Idin (60) penghuni rumah meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya. Kapolsek Cisarua Kompol Sujito dalam keterangannya menuturkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
Ketika itu pemilik rumah, Idin bersama ibunya Junaeni (74) tengah berada di lokasi kejadian. "Rumah tersebut berlantai dua. Lantai dasar digunakan Idin untuk warung dan lantai dua masih kosong," kata Sujito saat dihubungi.
Dia mengungkapkan, rumah tersebut berada di permukiman penduduk dan pada saat kejadian cuaca di sekitar lokasi cerah. "Bukan karena faktor cuaca. Diduga struktur bangunan yang tidak kokoh sehingga mengakibatkan rumah ambruk," katanya.
Belasan polisi dibantu warga melakukan evakuasi. Junaeni bersama Idin tertimpa bangunan, keduanya berhasil dievakuasi sekitar 30 menit pascakejadian.
Kedua korban tidak sadar pada saat dievakuasi, keduanya mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh.
Keduanya segera dilarikan ke Rumah Sakit RS Paru Dr Goenawan Partowidigdo Cisarua. "Saat dalam penanganan medis, Idin meninggal dunia dan ibunya Junaeni saat ini masih dalam kondisi kritis," kata
Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab pasti ambruknya rumah tersebut dengan memeriksa beberapa saksi. Sedangkan kerugian material akibat insiden tersebut belum bisa dipastikan.
Pada kejadian itu, Idin (60) penghuni rumah meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya. Kapolsek Cisarua Kompol Sujito dalam keterangannya menuturkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
Ketika itu pemilik rumah, Idin bersama ibunya Junaeni (74) tengah berada di lokasi kejadian. "Rumah tersebut berlantai dua. Lantai dasar digunakan Idin untuk warung dan lantai dua masih kosong," kata Sujito saat dihubungi.
Dia mengungkapkan, rumah tersebut berada di permukiman penduduk dan pada saat kejadian cuaca di sekitar lokasi cerah. "Bukan karena faktor cuaca. Diduga struktur bangunan yang tidak kokoh sehingga mengakibatkan rumah ambruk," katanya.
Belasan polisi dibantu warga melakukan evakuasi. Junaeni bersama Idin tertimpa bangunan, keduanya berhasil dievakuasi sekitar 30 menit pascakejadian.
Kedua korban tidak sadar pada saat dievakuasi, keduanya mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh.
Keduanya segera dilarikan ke Rumah Sakit RS Paru Dr Goenawan Partowidigdo Cisarua. "Saat dalam penanganan medis, Idin meninggal dunia dan ibunya Junaeni saat ini masih dalam kondisi kritis," kata
Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab pasti ambruknya rumah tersebut dengan memeriksa beberapa saksi. Sedangkan kerugian material akibat insiden tersebut belum bisa dipastikan.
(dam)