Sosiolog: Transportasi Online Masih Dibutuhkan Masyarakat

Selasa, 14 Maret 2017 - 19:01 WIB
Sosiolog: Transportasi...
Sosiolog: Transportasi Online Masih Dibutuhkan Masyarakat
A A A
JAKARTA - Sejumlah pemerintah daerah berencana melarang operasional transportasi berbasis online, namun hal itu tidak mendapat respon yang positif dari masyarakat. Alasannya, muncul sejumlah petisi dari masyarakat yang pada intinya menentang kebijakan pelarangan tersebut.

Sosiolog Musni Umar menjelaskan, kemunculan petisi merupakan fakta, bahwa keberadaan transportasi berbasis online masih dibutuhkan masyarakat.

"Tidak mungkin dilarang karena ini sudah jadi kebutuhan. Transportasi online ini sudah jadi komoditas bagi rakyat," kata Musni saat dihubungi, Selasa (14/3/2017).

Menurut Musni, keberadaan transportasi berbasis online seperti GO-JEK, Grab, dan Uber sudah terbukti memiliki dampak ekonomi yang tidak kecil. Sebab, mereka mampu membuka akses lapangan kerja bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki pekerjaan.

"Kalau kita lihat pengemudi transportasi online adalah orang usia muda, jadi pemerintah mestinya berterima kasih karena ada yang membuka lapangan kerja yang cukup luas," kata Musni.

Selain itu, masyarakat saat ini juga sudah terlanjur ‘jatuh hati’ pada transportasi online lantaran dianggap lebih membantu mobilitas mereka. Musni mengatakan, kondisi itu sudah simbiosis mutualisme antara dua pihak tersebut.

"Jadi sudah saling membutuhkan, dan ini sudah menjadi realitas di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan kota-kota lainnya," ujar Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) ini.

Karena itu, dia meminta agar pemerintah mengajak semua pihak untuk berdialog dan mencari jalan keluar guna memenuhi aspirasi masing-masing. Dia berharap agar pemerintah tidak gampang dalam bersikap karena transportasi konvensional maupun online sama-sama masih dibutuhkan masyarakat.

"Regulasi untuk keduanya mesti disiapkan, karena itu kan menyangkut kebutuhan masyarakat," kata Musni.

Tercatat tuntutan petisi tersebut ditujukan kepada Pemerintah Kota Malang dan Wali Kota Malang, Pemerintah Kota Bandung dan Wali Kota Bandung, serta Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sekadar diketahui, transportasi berbasis online juga sempat menjadi permasalahan di DKI Jakarta. Bahkan, hal itu juga sempat membuat situasi di Jakarta mencekam lantaran aksi besar-besaran dari transportasi berbasis online dan konvensional.
(mhd)
Berita Terkait
Capek Antre Tiket Bus?...
Capek Antre Tiket Bus? Platform Ini Ubah Perjalananmu Jadi Lebih Asyik dan Hemat
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Tentukan Nasib Tarif...
Tentukan Nasib Tarif Ojol Pasca Kenaikan BBM, Kemenhub Gelar Rapat Sore Ini
Kabar Gembira! Mikrolet...
Kabar Gembira! Mikrolet dan Ojek Online di Jatim Bebas Pajak Kendaraan Bermotor
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
Berita Terkini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
3 jam yang lalu
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
4 jam yang lalu
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
5 jam yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
12 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
13 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
15 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved