Kasus Ibu Dilaporkan Anak Kandung Tetap Diproses Polisi

Minggu, 12 Maret 2017 - 20:04 WIB
Kasus Ibu Dilaporkan...
Kasus Ibu Dilaporkan Anak Kandung Tetap Diproses Polisi
A A A
KUDUS - Kasus Tukini (52) ibu kandung yang dilaporkan anaknya Har (17) ke Polisi tetap dilanjutkan penyelidikannya oleh aparat Polsek Mejobo. Karena pihak pelapor (Har) tidak mencabut laporannya di Polisi. (Baca: Kisah Ibu yang Dilaporkan Anak Kandung ke Polisi)

Kapolsek Mejobo AKP Suharyanto mengatakan, karena tidak ada pencabutan laporan, maka pihaknya melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Hingga Sabtu 11 Maret, tahap yang sudah dilakukan masih berupa klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.

Sudah ada tiga pihak yang dimintai keterangan terkait persoalan ini. Pihak kepolisian sudah mendapat informasi terkait persoalan ini baik dari versi pelapor, terlapor maupun saksi.

"Kedua belah pihak termasuk seorang saksi sudah kita klarifikasi. Pekan depan ada yang akan kita minta keterangan lagi," tukasnya, Sabtu (11/3/2017).

Pada prinsipnya, kata Suharyanto, pihak kepolisian akan tetap memproses jika ada warga yang mencari keadilan. Pihaknya juga tak bisa melarang jika pelapor bersikukuh ingin melanjutkan kasus ini.

"Tergantung pihak pelapor. Kalau ingin lanjut dan hasil penyelidikan kita mendukung, ada saksi, barang bukti dan lainnya maka bisa saja status kasusnya dinaikkan ke tahap penyidikan," timpalnya.

Meski begitu, pihak kepolisian berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik. Terlebih antara pelapor dan terlapor masih satu keluarga.

Pihaknya tak ingin hubungan ibu dan anak kandung itu rusak karena ada pihak yang dimungkinkan berusaha memanaskan situasi.

"Kita tidak masuk wilayah itu tapi infonya ayah Har yang selama beberapa tahun terakhir sudah pisah ranjang dengan Tukini itu yang mendorong laporan itu," ucapnya.

Kuasa hukum Tukini, Yusuf Istanto mengatakan idealnya kasus ini tak berlanjut ke tahap penyidikan. Sebab Tukini tidak memiliki niat jahat untuk menganiaya Har yang merupakan anak kandungnya.

"Secara teori tindakan penganiayaan itu harus ada dampaknya berupa rasa sakit, tidak enak pada tubuh dan tak kalah pentingnya ada niat untuk menganiaya. Ini niat berbuat jahat tidak ada. Semisal saja kita sakit gigi lalu pergi ke dokter dan dicabut giginya. Itu memunculkan rasa sakit tapi karena tidak ada niat jahat maka tindakan pencabutan gigi tidak dianggap penganiayaan," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Istri Siri Pernah Disidang Etik
55 menit yang lalu
Bocah Perempuan di Bekasi...
Bocah Perempuan di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Sita Proyektil
1 jam yang lalu
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
2 jam yang lalu
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
3 jam yang lalu
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
11 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
14 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved