Heli TNI AU Pantau Banjir di Sumbar, Ribuan Kendaraan Masih Terjebak Macet
Rabu, 08 Maret 2017 - 03:03 WIB
Heli TNI AU Pantau Banjir di Sumbar, Ribuan Kendaraan Masih Terjebak Macet
A
A
A
PEKANBARU - Memasuki hari kelima bencana banjir dan longor di Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), arus lalu masih belum pulih. Ribuan kendaraan masih terjebak macet di wilayah perbatasan Sumbar dengan Provinsi Riau tersebut.
Ini terlihat saat tim TNI AU dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau melakukan pemantauan udara untuk melihat banjir dan longsor di wilayah perbatasan, Selasa (8/3/2017).
Berdasarkan pantauan melalui Helikopter TNI jenis Super Puma dari Skadron Udara 6 terlihat kendaraan menumpuk di wilayah Pangkalan.
Kendaraan yang didominasi roda empat dan enam terlihat mengular. Laju kendaraan sangat tersendat di wilayah berbukit dan curam. Padahal lokasi itu sangat rawan longsor jalan ambles.
Terlihat kendaraan harus menerobos jalan nasional bekas longsor dan ambrol. Terlihat juga beberapa alat berat masih melakukan aktivitas pembersihan material akibat longsor. Di atas terlihat bukit yang sudah gundul akibat pembalakan liar.
"Dengan dilakukan pantauan udara, kita dapat memetakan kondisi lapangan sehingga kita segera cepat menentukan tindakan untuk membantu korban banjir dan longsor," ucap Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Marssekal Pertama, Henri Alfiandi.
Dia menjelaskan, TNI AU sudah siap membantu korban banjir mau pun longsor termasuk mendistribusikan logistik yang sulit dijangkau tim darat.
"Hasil dari pantauan udara akan disampaikan kepada pihak BPBD Riau untuk segera ditentukan langkah yang akan diambil ke depan," tukasnya.
Terkait masih belum pulihnya arus lalu lintas, saat ini masih diberlakukan sistem buka tutup di jalur lintas barat tersebut. Pengalihan arus lalu lintas ke dua propinsi hingga kini juga masih dilakukan.
Ini terlihat saat tim TNI AU dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau melakukan pemantauan udara untuk melihat banjir dan longsor di wilayah perbatasan, Selasa (8/3/2017).
Berdasarkan pantauan melalui Helikopter TNI jenis Super Puma dari Skadron Udara 6 terlihat kendaraan menumpuk di wilayah Pangkalan.
Kendaraan yang didominasi roda empat dan enam terlihat mengular. Laju kendaraan sangat tersendat di wilayah berbukit dan curam. Padahal lokasi itu sangat rawan longsor jalan ambles.
Terlihat kendaraan harus menerobos jalan nasional bekas longsor dan ambrol. Terlihat juga beberapa alat berat masih melakukan aktivitas pembersihan material akibat longsor. Di atas terlihat bukit yang sudah gundul akibat pembalakan liar.
"Dengan dilakukan pantauan udara, kita dapat memetakan kondisi lapangan sehingga kita segera cepat menentukan tindakan untuk membantu korban banjir dan longsor," ucap Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Marssekal Pertama, Henri Alfiandi.
Dia menjelaskan, TNI AU sudah siap membantu korban banjir mau pun longsor termasuk mendistribusikan logistik yang sulit dijangkau tim darat.
"Hasil dari pantauan udara akan disampaikan kepada pihak BPBD Riau untuk segera ditentukan langkah yang akan diambil ke depan," tukasnya.
Terkait masih belum pulihnya arus lalu lintas, saat ini masih diberlakukan sistem buka tutup di jalur lintas barat tersebut. Pengalihan arus lalu lintas ke dua propinsi hingga kini juga masih dilakukan.
(nag)