Miris, Balita Ini Hidup dengan Kondisi Usus di Luar

Selasa, 28 Februari 2017 - 14:04 WIB
Miris, Balita Ini Hidup...
Miris, Balita Ini Hidup dengan Kondisi Usus di Luar
A A A
PANGANDARAN - Nasib nahas dialami balita bernama M Aditia yang baru berusia 28 bulan. Pasalnya, anak kedua dari pasangan suami istri Lukman (33), dan Yopi (29), warga Dusun Binangun, RT 16/04 Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang hidup dengan kondisi usus di luar.

Yopi yang merupakan Ibu kandung M Aditia mengatakan, kondisi usus anaknya di luar setelah anaknya menjalani operasi ketiak usia memasuki 43 hari karena mengalami kelainan usus sejak lahir.

"Sejak lahir anak saya tidak bisa buang air besar dan buang air kecil sehingga perutnya kembung," kata Yopi.

Yopi menambahkan, berdasarkan petunjuk medis anaknya harus menjalani operasi usus di RSUD Kota Banjar sejak masih usia baru 43 hari.

"Kami sekeluarga sepakat untuk menjalani operasi, sejak itu anak kami lancar buang air kecil dan buang air besar melalui ususnya," tambah Yopi.

Namun dengan kondisi seperti itu, Yopi harus lebih ekstra hati-hati saat memandikan dan mengganti pakaian anaknya karena setiap habis buang air besar dan buang air kecil melalui usus harus ditutup dan ganti menggunakan plastik.

"Harusnya penutupan usus menggunakan plastik penutup usus khusus, namun lantaran harganya mahal, kami terpaksa menutupnya menggunakan plastik biasa yang beredar di pasaran dengan cara ditempel doublltip," papar Yopi.

Yopi berharap anaknya bisa normal seperti yang lain, untuk mengembalikan posisi usus kedalam harus kembali menjalani operasi, namun saat masih terkendala dengan biaya operasi yang harus menghabiskan uang puluhan juta.

Sementara salah satu kader Posyandu Mawar Dusun Binangun, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang Sri mengatakan, kondisi perkembangan tubuh M Aditia sebelumnya tidak stabil sehingga dikategorikan pada balita gizi buruk.

"Berdasarkan data terakhir berat badan M Aditia 8,9 kilo gram dengan tinggi 80,0 centi meter," kata Sri.

Sri menambahkan dalam tiga bulan terakhir M Aditia masih dalam pemantauan tim medis dan mendapat penanganan interverensi berupa penambahan makanan tambahan (PMT) dari Kemenkes.

Sementara Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cijulang Sahidin berjanji akan membantu mempermudah upaya pelaksanaan operasi melalui SKPD terkait.

"Kami akan koordinasi dengan Dinsos PMD dan Dinas Kesehatan agar penanganan untuk pelaksanaan oprasi segera bisa dilakukan dan dipermudah," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
1 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
2 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
2 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
2 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
4 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved