Ternyata Belum Ada Upaya DKI Atasi Banjir pada Puncak Musim Hujan
Minggu, 26 Februari 2017 - 23:11 WIB
Ternyata Belum Ada Upaya DKI Atasi Banjir pada Puncak Musim Hujan
A
A
A
JAKARTA - Puncak musim hujan yang diprediksi hingga akhir Februari atau awal Maret nanti menjadi momok menakutkan bagi warga. Normalisasi menjadi satu-satunya upaya DKI mengatasi Banjir dan genangan yang ada, ternyata belum bisa mengatasai persoalan banjir pada puncak musim hujan kali ini.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Teguh Hendrawan mengatakan, berdasarkan evaluasi genangan dan banjir yang terjadi belakangan ini disebabkan oleh Intensitas hujan lokal yang cukup tinggi dengan kisaran di atas 100 mililiter hingga 200 mililiter per hari. Hal tersebut diperparah dengan belum rampungnya normalisasi sungai. Khususnya di SMAN 8 Bukit Duri, Gang Arus Cawang dan Cipinang Melayu aliran Kali Sunter.
"Kami melakukan tindakan prefentif seperti penurapan dengan bronjong batu kali dan penahanan air dengan karung pasir. Sudah dilakukan sejak awal banjir kemarin," kata Teguh Hendrawan dalam pesan singkatnya, Minggu (26/2/2017).
Mantan Camat Pulogadung itu menyebut, titik rawan banjir hanya ada di Bukit Duri, Gang Arus dan Cipinan Melayu. Sementara, lainya seperti di Kemang, Grogol, Tendean dan sebagainya hanyalah genangan yang notabenya surut dalam beberapa jam. "Percuma pasang pompa mobile di sana titik banjir dan genanganan. Orang aliranya ke sana juga," pungkasnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Teguh Hendrawan mengatakan, berdasarkan evaluasi genangan dan banjir yang terjadi belakangan ini disebabkan oleh Intensitas hujan lokal yang cukup tinggi dengan kisaran di atas 100 mililiter hingga 200 mililiter per hari. Hal tersebut diperparah dengan belum rampungnya normalisasi sungai. Khususnya di SMAN 8 Bukit Duri, Gang Arus Cawang dan Cipinang Melayu aliran Kali Sunter.
"Kami melakukan tindakan prefentif seperti penurapan dengan bronjong batu kali dan penahanan air dengan karung pasir. Sudah dilakukan sejak awal banjir kemarin," kata Teguh Hendrawan dalam pesan singkatnya, Minggu (26/2/2017).
Mantan Camat Pulogadung itu menyebut, titik rawan banjir hanya ada di Bukit Duri, Gang Arus dan Cipinan Melayu. Sementara, lainya seperti di Kemang, Grogol, Tendean dan sebagainya hanyalah genangan yang notabenya surut dalam beberapa jam. "Percuma pasang pompa mobile di sana titik banjir dan genanganan. Orang aliranya ke sana juga," pungkasnya.
(pur)