Bocah Berkostum Sepak Bola Tewas Tersambar Kereta Api
Minggu, 26 Februari 2017 - 19:21 WIB
Bocah Berkostum Sepak Bola Tewas Tersambar Kereta Api
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Seorang bocah keterbelakangan mental yakni, Rama (11) tewas tersambar kereta api di perlintasan kereta Kampung Cilalung, RT 04/05, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (26/2/2017) sore tadi.
Salah seorang saksi, yakni petugas satpam stasiun kereta, Aceng (30) mengatakan, pukul 16.00 WIB mendapat informasi soal kecelakaan tersebut dari masinis kereta yang menyebutkan ada seorang anak tersambar kereta. "Saksi mendapat laporan dari masinis kereta jika ada anak yang tersambar kereta di lokasi. Setelah di cek ternyata benar, lalu diteruskan dengan menghubungi pihak kepolisian," terang Kasubbag Humas Polres Tangsel AKP Mansuri, sore tadi.
Petugas yang datang kemudian memeriksa jenazah bocah yang beralamat tinggal di perumahan Villa Mutiara, Sawah Baru, Ciputat. Beberapa saksi di lokasi juga sudah dimintai keterangan.
Saat ditemukan, lanjut Mansuri, bocah malang tersebut mengenakan kaus olah raga sepak bola warna kuning, celana pendek abu-abu, dan sepatu bola corak kuning-hitam. Dia mengalami luka cukup parah pada bagian kepala, tangan, serta kakinya yang terlihat patah.
"Menurut keterangan saksi yang mengenali korban, anak itu tinggal tak jauh dari tempat kejadian. Korban memang menderita kelainan mental, saat ditemukan sedang mengenakan kostum sepak bola," ucapnya.
Salah seorang saksi, yakni petugas satpam stasiun kereta, Aceng (30) mengatakan, pukul 16.00 WIB mendapat informasi soal kecelakaan tersebut dari masinis kereta yang menyebutkan ada seorang anak tersambar kereta. "Saksi mendapat laporan dari masinis kereta jika ada anak yang tersambar kereta di lokasi. Setelah di cek ternyata benar, lalu diteruskan dengan menghubungi pihak kepolisian," terang Kasubbag Humas Polres Tangsel AKP Mansuri, sore tadi.
Petugas yang datang kemudian memeriksa jenazah bocah yang beralamat tinggal di perumahan Villa Mutiara, Sawah Baru, Ciputat. Beberapa saksi di lokasi juga sudah dimintai keterangan.
Saat ditemukan, lanjut Mansuri, bocah malang tersebut mengenakan kaus olah raga sepak bola warna kuning, celana pendek abu-abu, dan sepatu bola corak kuning-hitam. Dia mengalami luka cukup parah pada bagian kepala, tangan, serta kakinya yang terlihat patah.
"Menurut keterangan saksi yang mengenali korban, anak itu tinggal tak jauh dari tempat kejadian. Korban memang menderita kelainan mental, saat ditemukan sedang mengenakan kostum sepak bola," ucapnya.
(whb)