Hacker Penyerang Situs KPU Kemungkinan Puluhan Orang

Kamis, 16 Februari 2017 - 21:31 WIB
Hacker Penyerang Situs...
Hacker Penyerang Situs KPU Kemungkinan Puluhan Orang
A A A
JAKARTA - Situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai sangat sensitif sekaligus strategis. Hal ini mengundang minat banyak hacker/cracker untuk berbuat usil bahkan jahat.

Pengamat IT dari Universitas Indonesia (UI) Teguh Arifiyadi mengatakan, banyak kemungkinan yang membuat situs KPU mengalami server down. Menurut Teguh, down bisa terjadi karena traffic real yang melebihi kapasitas.

Bisa juga faktor serangan Denial of Services (DoS) oleh pihak yang tidak bertanggung jawab."Tiap pilkada, sistem KPU selalu jadi pusat perhatian hacker atau cracker. Celah keamanan bisa saja ditemukan jika terus-terusan dieksploitasi," kata Teguh kepada wartawan, Kamis (16/2/2017).

Chairman dan Founder Indonesia Cyber Law Community (ICLC) itu menambahkan, situs KPU sangat sensitif sekaligus strategis. Itu yang mengundang minat banyak hacker/cracker untuk berbuat usil bahkan jahat.

"Pelakunya bisa dipastikan bukan satu atau dua orang. Karena lubang keamanan suatu sistem bisa saja jumlahnya puluhan. Ini bisa di ekspoitasi oleh banyak orang dari berbagai lokasi bahkan banyak negara," ungkapnya.

Sistem yang down karena serangan, lanjut Teguh, kemungkinan karena sistem dibanjiri traffic yang tidak wajar dalam satu waktu. Inilah yang dikenal dengan istilah serangan DoS.

Untuk melacak pelaku, petunjuk awal bisa didapat dari catatan log alamat Internet Protokol (IP address) dari penyerang. dari IP tersebut akan didapatkan analisa kemungkinan lokasi penyerang.

Meski demikian sangat mungkin penyerang menggunakan IP yang disamarkan (sniffing). "Sehingga membutuhkan waktu lebih banyak untuk menemukan lokasi detail penyerang," ungkapnya.

Teguh menyarankan, harus dilakukan audit sistem manajemen keamanan informasi dari IT KPU sendiri. Tujuannya untuk memetakan kemungkinan penyebab mudahnya sistem dieksploitasi penyerang. "Penyebab bisa dari sisi tata kelola IT baik dari sisi teknologi maupun dari sisi orang (sumber daya)," ujarnya.
(whb)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
44 menit yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
54 menit yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
1 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
1 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
3 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
4 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved