Jelang Pencoblosan, Warga DKI Sibuk Urus KTP

Rabu, 08 Februari 2017 - 02:04 WIB
Jelang Pencoblosan,...
Jelang Pencoblosan, Warga DKI Sibuk Urus KTP
A A A
JAKARTA - Menjelang hari pencoblosan pada 15 Februari 2017 mendatang, pembuatan KTP disejumlah kantor kelurahan membludak. Rata-rata pembuat KTP ini adalah remaja yang tidak ingin kehilangan hak pilih mereka dalam menentukan gubernur DKI mendatang.

Ditemui di kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Priok, Yunita (35) mengungkapkan sudah hampir dua bulan terakhir dirinya mengurusi KTP. Namun hingga kemarin, kejelasan mendapatkan KTP tak kunjung datang.

Kala ditanyakan ke ketua RT, lanjutnya, ketua RT sendiri tidak dapat memastikan. Untuk itu ia pun mendatangi PTSP kelurahan untuk meminta Surat Keterangan sebagai surat domisili sementara.

"Saya cuman takut nantinya malah enggak bisa nyoblos. Apalagi surat keterangan kemarin hilang," tutur ibu anak dua ini, Selasa (7/1/2017).

Bersama dengan Yunita, anak pertama, Fitri (18) juga datang. Pelajar kelas XII sekolah kejuruan itu menjadi ikut serta mendatangi PTSP untuk mendapatkan KTP pertamanya.

Namun harapannya pupus, setelah petugas PTSP memberitahukan bahwa blanko sudah habis. Alhasil secarik kertas surat domisili dia dapatkan.

"Yah kecewa mas," tuturnya, sembari menjelaskan pembuatan KTP digunakan untuk mengikuti pilkada pertamanya.

Lain halnya dengan Jefri (19) warga RW 05/03 keluruhan itu mengaku harus gigit jari mendapatkan KTP. Perekaman mulai dari sidik jari, Red eye dan tanda tangan digital sebenar sudah di lakukan sejak seminggu lalu, namun kepastian akan mendapatkan blanko KTP tak kunjung dapat. "Khawatir malah nanti tidak diterima sama petugas TPS," ucapnya.

Dari keterangan Jefri, terungkap, selain dirinya di lingkungan rumahnya terdapat lima teman sebayanya yang ingin mendapatkan KTP. Namun semuanya hanya mendapatkan surat keterangan saja.

Baik Jefri dan Yunita tak menampik, pembuatan KTP dilakukan di awal tahun karena untuk digunakan untuk pilkada nanti. Tanpa surat keterangan maupun KTP maka dirinya tidak dapat melakukan pencoblosan. "Disuruh orang tua, katanya supaya surat suara tidak di salahgunakan," katanya.
(ysw)
Berita Terkait
Antrian E KTP Ricuh
Antrian E KTP Ricuh
Dinas Dukcapil DKI Jakarta...
Dinas Dukcapil DKI Jakarta Kembali Lakukan Pelayanan Secara Tatap Muka
Pembuatan E-KTP Transgender...
Pembuatan E-KTP Transgender Dipermudah, Kantor Dukcapil DKI Jakarta Ramai
Sistem Jemput Bola,...
Sistem Jemput Bola, Pemkot Jakut Lakukan Perekaman E-KTP untuk Disabilitas
Meraup Rezeki Lewat...
Meraup Rezeki Lewat Jasa Reparasi KTP
Kominfo Pastikan Bantuan...
Kominfo Pastikan Bantuan Uang Tunai Rp3,5 Juta untuk Pemilik e-KTP Hoaks
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
55 menit yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
1 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
1 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
7 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
8 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
10 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved