Mencak Sangge, Silat Bugis Kuno yang Masih Terpelihara

Senin, 06 Februari 2017 - 07:11 WIB
Mencak Sangge, Silat...
Mencak Sangge, Silat Bugis Kuno yang Masih Terpelihara
A A A
WATAMPONE - Kampung Dare'e, Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Minggu (5/2/2017) terlihat berbeda. Ratusan obor dari bilah bambu terpasang mengelilingi sebidang lapangan di perkampungan yang terletak di sebelah Timur pinggiran kota Watampone tersebut.

Saat itu, ratusan warga Dare'e menonton pagelaran seni dan pertunjukan silat bugis kuno 'mencak sangge', dengan diiringi irama hentakan gendang dan suara dari alat musik gambus, pesilat 'mencak sangge' mempertunjukkan keahliannya.

Dari literatur yang diperoleh Mencak Sangge berasal dari bahasa Bugis, 'Mencak' berarti gerakan silat sementara 'Sangge' berarti menggaet atau mengait.

Gerakan Mencak Sangge sendiri terlihat unik dengan ciri gerakan patah-patah dan terlihat kaku pada gerakan pukulan dan tendangan. Selain itu Mencak Sangge juga memadukan gerakan fisik dan ilmu pernafasan atau tenaga dalam.

Pemencak (pemain) Mencak Sangge tidak dibatasi usia dan jenis kelamin, mulai tetua kampung, pemuda, anak-anak bahkan kaum perempuan di Dare'e lihai memperagakan gerakan Mencak Sangge.

Keahlian tangan dalam gerakan patah-patah tapi cepat dan lincah untuk menohok lawan sekaligus sebagai benteng pertahanan dibantu kuda-kuda kaki dan olah pernafasan ditampilkan secara artistik.

Para pemencak Sangge secara bergantian menunjukkan keahliannya, baik dalam gerakan seni maupun dalam pertarungan satu lawan satu.

Salah seorang tokoh masyarakat di kampung Dare'e, Sirajuddin Daeng Mallongi mengatakan seni bela diri Mencak Sangge sudah ada sejak jaman kerajaan Bone dahulu.

Menurutnya, saat ini Mencak Sangge dilestarikan secara turun temurun di kampung Dare'e. dan agar tetap bertahan, anak-anak muda di perkampungan itu dilatih di halaman rumahnya sekali tiap pekannya.

"Mencak Sangge masih bertahan dan dilestarikan secara turun temurun oleh satu rumpun keluarga di Dare'e, saat ini hampir seluruh masyarakat yang berpenduduk sekitar 500 warga disini pernah belajar namun baru kali ini ditampilkan melalui pagelaran Seni Budaya," kata Sirajuddin.

Kepala dinas Kebudayaan Pemkab Bone Andi Promal Pawi yang turut hadir pada pagelaran seni tersebut berjanji akan mengagendakan event tersebut sebagai agenda tahunan. "Seni Beladiri Mencak Sangge sebagai produk budaya bugis Bone wajib dilestarikan," katanya.
(nag)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
1 jam yang lalu
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
4 jam yang lalu
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
5 jam yang lalu
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
7 jam yang lalu
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
8 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved