Otak Pembunuh Petugas Pajak Divonis Seumur Hidup

Rabu, 01 Februari 2017 - 01:03 WIB
Otak Pembunuh Petugas...
Otak Pembunuh Petugas Pajak Divonis Seumur Hidup
A A A
GUNUNGSITOLI - Terdakwa Agusman Lahagu Alias Ama Teti (45), otak pembunuhan terhadap kedua petugas pajak, Parada Toga Fransriano Siahaan (30) dan Sozanolo Lase (35), divonis penjara seumur hidup. Vonis yang djatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gunungsitoli lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan hukuman mati.

Ketua majelis hakim Pengadilan Gunungsitoli Nelson Angkat menyebutkan, terdakwa Agusman Lahagu secara meyakinkan melakukan tindak pidana sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau perbuatan dengan sengaja dan direncanakan terlebih dahulu merampas nyawa orang lain sebagaimana diatur dalam KUHAP Pasal 340 junto pasal 55 (1).

“Terdakwa Agusman Lahagu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Dan, menjatuhkan vonis pidana seumur hidup ," Kata Nelson Angkat yang juga menjabat Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Gunungaitoli, Jalan Pancasila No 12, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Selasa (31/1/2017) sore.

Sedangkan ketiga terdakwa lainnya, yakni Anali Zalukhu Alias Ana (19), Budi Rahmat Gulo alias Rama (21), dan Desima Lahagu Alias Dedi (25), masing-masing divonis 10 tahun penjara. Hukuman tersebut juga lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut para terdakwa 15 tahun penjara.

Terdakwa Agusman Lahagu seusai sidang mengaku, kecewa dan tidak berterima atas putusan vonis seumur hidup yang dijatuhkan hakim. “Saya merasa ditekan oleh pihak pajak, sementara aset yang saya miliki tidak mencukupi membayarkan tagihan pajak tersebut, sehingga saat itu saya gelap mata,” katanya.

Agusman Lahagu mengaku bukan seorang pengusaha besar dan usahanya baru dimulai pada 2009. Sedangkan aset usahanya tidak mencukupi untuk membayarkan semua tagihan pajak yang dialamatkan kepadanya.

“Saya bukan pengusaha, saya hanya orang yang membeli getah kepada warga dan saya antar ke pabrik. Kantor pajak mengira saya punya keuntungan Rp100 miliar, sehingga pajak saya jadi Rp14,7 miliar selama dua tahun. Kantor pajak menipu saya, kini harta saya semua hilang dan keluarga saya menderita,” katanya sambil menangis.
(wib)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
21 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
46 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
55 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
6 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved