Atasi Prostitusi Pelajar, Pemprov DKI Diminta Turun Tangan
Minggu, 29 Januari 2017 - 18:31 WIB
Atasi Prostitusi Pelajar, Pemprov DKI Diminta Turun Tangan
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta wajib turun tangan mengatasi prostitusi anak yang masih duduk di bangku sekolah. Penataan kota harus dilakukan mengantisipasi kejadian terulang di kemudian hari.
Pembenahan kampung kumuh wajib menjadi prioritas untuk mengatasi kesejahteraan. Sebab, permasalahan perkotaan bagaimana menyejahterakan masyarakat, pemberian lapang kerja, serta fasilitas kemasyarakatan.
Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Jogo mengatakan, selama ini pemprov maupun aparat melihat masalah hanya dari permukaan, sementara di bagian dalamnya, aparat maupun pemerintah seringkali bersikap acuh.
"Demi memutus mata rantai, jadi harus dilakukan sekarang, pemprov harus melakukan pemetaan terhadap kawasan kumuh dan tidak. Suka tak suka itu harus di lakukan untuk melakukan pendataan awal," ucap Nirwono ketika dihubungi, Minggu (29/1/2017).
Kemudian, untuk menindaklanjuti, pembenahan dan penataan harus dilakukan. Program itupun harus diprioritaskan dan dibangun melalui berbagai macam anggaran, bisa dari anggaran APBD, APBD-P, maupun dana CSR. (Baca juga: Juara Kelas di Sekolah, Siswi Cantik Ditangkap Jadi PSK)
Sebelumnya, dua siswa DA dan Y tertangkap tangan oleh Polsek Metro Taman Sari, Jakarta Barat, bersama dengan WP, perantara mucikari dan pria hidung belang AD di salah satu hotel kawasan Taman Sari.
Dua pelajar ini tinggal di Tomang, Jakarta Barat. Penjajakan alih profesi pekerja seks ini dilakukan di ‎pinggir tanggul BKB (banjir kanal barat) dan dilakukan sejak oktober 2016 lalu.
Dari pantauan di lapangan, diketahui kawasan tanggul kondisi sangat memprihatinkan. Sejumlah warung dijadikan tempat menongkrong remaja sehingga pencari pekerja seks dengan mudah menemukan calon psk di kawasan itu.
Pembenahan kampung kumuh wajib menjadi prioritas untuk mengatasi kesejahteraan. Sebab, permasalahan perkotaan bagaimana menyejahterakan masyarakat, pemberian lapang kerja, serta fasilitas kemasyarakatan.
Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Jogo mengatakan, selama ini pemprov maupun aparat melihat masalah hanya dari permukaan, sementara di bagian dalamnya, aparat maupun pemerintah seringkali bersikap acuh.
"Demi memutus mata rantai, jadi harus dilakukan sekarang, pemprov harus melakukan pemetaan terhadap kawasan kumuh dan tidak. Suka tak suka itu harus di lakukan untuk melakukan pendataan awal," ucap Nirwono ketika dihubungi, Minggu (29/1/2017).
Kemudian, untuk menindaklanjuti, pembenahan dan penataan harus dilakukan. Program itupun harus diprioritaskan dan dibangun melalui berbagai macam anggaran, bisa dari anggaran APBD, APBD-P, maupun dana CSR. (Baca juga: Juara Kelas di Sekolah, Siswi Cantik Ditangkap Jadi PSK)
Sebelumnya, dua siswa DA dan Y tertangkap tangan oleh Polsek Metro Taman Sari, Jakarta Barat, bersama dengan WP, perantara mucikari dan pria hidung belang AD di salah satu hotel kawasan Taman Sari.
Dua pelajar ini tinggal di Tomang, Jakarta Barat. Penjajakan alih profesi pekerja seks ini dilakukan di ‎pinggir tanggul BKB (banjir kanal barat) dan dilakukan sejak oktober 2016 lalu.
Dari pantauan di lapangan, diketahui kawasan tanggul kondisi sangat memprihatinkan. Sejumlah warung dijadikan tempat menongkrong remaja sehingga pencari pekerja seks dengan mudah menemukan calon psk di kawasan itu.
(pur)