Berharap Ilham Jadi Sarjana yang Saleh, Malah Jemput Jenazah

Rabu, 25 Januari 2017 - 09:52 WIB
Berharap Ilham Jadi...
Berharap Ilham Jadi Sarjana yang Saleh, Malah Jemput Jenazah
A A A
YOGYAKARTA - Impian Syafii agar buah hatinya Ilham Nurfadmi Listya Adi (20) meraih gelar sarjana dan menjadi anak saleh, pupus sudah. Dia justru harus menjemput anaknya sudah tak lagi bernyawa.

Ilham, mahasiswa jurusan Hukum Internasional UII meninggal dunia akibat trauma abodemen dan pendarahan setelah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) Mapala di Tawangmangu, Karanganyar. Ilham adalah korban ketiga yang meninggal dunia.

Ditemui di rumah duka, Syafii yang baru tiba dari Lombok Timur terlihat lelah. Raut mukanya memendam duka yang dalam. Dia berusaha tegar menerima kenyataan pahit, ditinggal buah hati dengan cara tragis.

Sebelum korban mengembuskan napas terakhirnya, Syafii mengaku sempat berkomunikasi melalui telepon. Saat itu, kata dia, Ilham bercerita mengalami kekerasan fisik dari seniornya selama diksar. Namun, dia mengaku tidak tahu persis bagian tubuh mana yang dipukul.

Akhirnya, semua terjawab saat melihat langsung jenazah Ilham di rumah duka. Dia berkeyakinan anaknya tidak dipukul dengan tangan kosong, mengingat banyaknya bekas luka pada tubuhnya. Seperti pada bagian kepala, pundak, serta tangan yang terlihat memar.

“Saya sekolahkan anak saya di UII agar dia jadi anak saleh. Tapi malah menjadi korban penganiayaan. Saya sangat terpukul dengan kejadian ini. Saya minta kampus mengevaluasi kegiatan ini. Kalau perlu tidak perlu diadakan lagi,” katanya.

Kesedihan mendalam diungkap paman korban, Bambang Supringgo, 57. Ia mengaku miris melihat kondisi keponakannya sesaat sebelum Ilham mengembuskan napas terakhir. "Kondisi fisiknya sudah tidak utuh. Kondisinya babak belur," ujar pria asal Muntilan, Magelang, Jawa Tengah itu.

Bambang kian miris begitu melihat jemari kaki keponakannya. Tiga kuku di ruas jemari kaki mahasiswa semester dua itu terlepas. “Sangat parah kondisinya,” terang dia.

Bambang mengungkapkan, saat masih sadarkan diri keponakannya sempah bercerita perihal kekerasan yang dialami selama di Diksar. Berkali-kali perutnya dipukuli oleh senior di Mapala. Pelaku pemukulan, jumlahlah banyak sampai tidak bisa mengenali satu per satu.

Organ perut hingga dada yang paling banyak mendapatkan pukulan. Selain pukulan dengan tangan kosong, korban juga mengaku dipukul menggunakan batang rotan. "Akibat banyak dipukul perutnya sampai membesar hingga darahnya membeku," jelasnya.

Selain luka pukulan yang juga dilakukan di bagian kepala, Bambang juga melihat adanya bekas luka bakar.Masih berdasar keterangan Ilham, seluruh peserta disuruh menandatangani perjanjian di atas materai. Inti perjanjian itu, jika ada risiko yang timbul maka panitia tidak menanggung sepenuhnya. "Kepada saya dia mengungkapkan, katanya cuma dibantu biaya pemakaman kalau sampai meninggal," ucapnya.
(wib)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
28 menit yang lalu
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
2 jam yang lalu
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
2 jam yang lalu
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
10 jam yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
11 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
13 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved