DKI Minta Kemenhub Bekukan Izin Trayek Bus Terminal Bayangan

Selasa, 24 Januari 2017 - 21:05 WIB
DKI Minta Kemenhub Bekukan...
DKI Minta Kemenhub Bekukan Izin Trayek Bus Terminal Bayangan
A A A
JAKARTA - Dinas Perhubungan DKI Jakarta meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera membekukan trayek bus-bus yang terjaring penertiban di terminal bayangan. Pembekuan trayek merupakan efek kejut sebelum izin trayek dicabut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, Terminal Pulogadung dan Rawamangun bukanlah penertiban terminal bayangan. Menurutnya, penertiban di sana merupakan sosialisasi sebelum adanya pemindahan seluruh bus Antar Kota Antar provinsi (AKAP) di dua terminal tersebut ke Pulogebang.

"Nah kita tertibkan penjualan tiket di kedua terminal itu untuk bus AKAP Jawa Tengah dan Jawa Timur. Nantinya semua bus AKAP harus di Pulogebang," kata Andri Yansyah saat dihubungi, Selasa (24/1/2017).

Andri menjelaskan, untuk terminal bayangan itu berada di luar terminal dan mengganggu ketertiban arus lalu lintas. Saat ini pihaknya telah menertibkan sekitar 450 bus AKAP di terminal bayangan sejak 14 Juni 2016-19 Januari 2017. Rincianya, tilang 101 bus dan tilang dengan stop operasi sebanyak 349 unit.

‎Bus-bus tersebut, kata dia, terjaring rata di lima wilayah. Di antaranya yakni di terminal bayangan Asem Baris, Tebet, Pasar Minggu, Pondok, Jakarta Selatan, di Pasar Gembrong, Jakarta timur, dan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Data ratusan bus tersebut, lanjut Andri telah direkomendasikan ke Kemenhub agar diberikan sanksi berupa pembekuan trayek. Sehingga, ketika bus dalam Perusahaan Oto (PO) yang sama terjaring penertiban kembali, Kemenhub bisa langsung mencabut izin trayeknya.

"Perlahan akan kami pindahkan semua bus AKAP ke Pulogebang. Untuk yang Sumatera bisa di Kalideres atau di Rawa Buaya, Jakarta Barat," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Corona Ganjal Pengelolaan...
Corona Ganjal Pengelolaan Apartemen Negara oleh Swasta
10 Pilihan Oleh-Oleh...
10 Pilihan Oleh-Oleh Khas Medan yang Layak Dibawa Pulang!
Swasta Boleh Gelar Vaksinasi...
Swasta Boleh Gelar Vaksinasi Berbayar, Bio Farma Belum Pastikan Waktunya
5 Rekomendasi Oleh-Oleh...
5 Rekomendasi Oleh-Oleh dari Singapura yang Wajib Dibawa Pulang
4 Oleh-Oleh Khas Cianjur...
4 Oleh-Oleh Khas Cianjur yang Bisa Jadi Buah Tangan saat Mudik, Camilan hingga Bumbu
7 Oleh-oleh Khas Cirebon...
7 Oleh-oleh Khas Cirebon yang Banyak Diburu saat Mudik Lebaran, Kerupuk Melarat Jadi Favorit
Berita Terkini
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
25 menit yang lalu
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
1 jam yang lalu
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
2 jam yang lalu
Ada Konser Akbar di...
Ada Konser Akbar di Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
4 jam yang lalu
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
6 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved