Tiga Langkah Cepat Analisa Hasil Survei

Sabtu, 21 Januari 2017 - 14:11 WIB
Tiga Langkah Cepat Analisa...
Tiga Langkah Cepat Analisa Hasil Survei
A A A
JAKARTA - Pada setiap pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) maupun pemilihan umum (pemilu) kerap muncul sejumlah lembaga survei yang merilis hasil penelitiannya. Banyak yang secara gamblang memetakan hasil survei yang berkaitan dengan tingkat elektabilitas pasangan calon. Namun terkadang, hasil yang dirilis antara satu lembaga dengan yang lain berbeda.

Menurut Direktur Polmark Research Center, Eep Saefulloh Fatah, masyarakat harus mulai kritis terhadap hasil kajian yang dikeluarkan lembaga survei. Salah satunya dengan mengetahui kebenaran penelitian itu melalui tiga hal.
“Kalau survei diumumkan periksa jumlah respondennya, metodologinya, waktunya kapan. Jadi masyarakat harus mulai diajak bicara ini secara terbuka,” ujar Eep saat menjadi pembicara diskusi Sindo Trijaya Radio “Antara Survey dan Realitas” di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (21/1/2017).

Menurut Eep, idealnya, survei yang dilakukan melalui tiga pendekatan di atas tidak akan berbeda jauh hasilnya. Dia menyebut, kata identik atau hasil survei masih berada di dalam margin eror (batas kewajaran kekeliruan). “Jadi tidak akan berbeda jauh antara survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga asal apabila mereka memenuhi kriteria tersebut,” lanjunya.

Seperti diketahui, dalam waktu terakhir sejumlah lembaga survei gencar merilis hasil kajian mereka terkait pilkada yang digelar di sejumlah daerah. Khusus di Ibukota, sejumlah lembaga survei bergiliran menempatkan para pasangan calon saling mengungguli satu dengan yang lain.

Hasil survei poltracking Indonesia pada 19 Januari silam menempatkan pasangan Agus-Syliviana diurutan pertama dengan 30,25%, diikuti Ahok-Djarot 28,88% serta Anies-Sandi 28,63%. Adapun sebelumnya Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada 17 Januari merilis hasil survei berbeda dimana pasangan Agus-Sylviana tetap diurutan pertama dengan 36,7%, Ahok-Djarot 32,6% dan Anies Sandi dengan 21,4%.

Hasil Polmark Indonesia sendiri juga berbeda dimana mereka merilis pasangan Anies-Sandi diurutan pertama dengan 25,3%, Agus-Sylviana 23,9% dan Ahok-Djarot 20,4%. “Hasil survei berbeda-beda bukan hanya sekarang, hampir semua pilkada,” pungkas Eep.
(pur)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Perketat...
Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan untuk Jaga Barang Bukti Kasus Batu Bara hingga Asabri
1 jam yang lalu
PSEL Bali Dinilai Strategis...
PSEL Bali Dinilai Strategis Kendalikan Sampah dan Emisi
3 jam yang lalu
Awan Panas Guguran Meluncur...
Awan Panas Guguran Meluncur 2 Kilometer dari Puncak Merapi Pagi Ini
3 jam yang lalu
Sekolah Alam Arus Kualan...
Sekolah Alam Arus Kualan Kalbar Bukti Pendidikan Berkualitas Tak Bergantung Fasilitas
3 jam yang lalu
Geledah Ruko di Cipete...
Geledah Ruko di Cipete Selatan, Polda Metro Jaya Sita Dokumen dan Komputer
6 jam yang lalu
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
13 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved