Tak Komitmen, Ahok Dianggap Ikut Pilgub sebagai Batu Loncatan
Senin, 16 Januari 2017 - 19:05 WIB
Tak Komitmen, Ahok Dianggap Ikut Pilgub sebagai Batu Loncatan
A
A
A
JAKARTA - Pengamat politik asal Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, menilai keputusan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tak menjawab pertanyaan dari panelis mengenai komitmen dirinya memimpin Ibu Kota selama lima tahun ke depan, akan menggerus suaranya.
Pria yang akrab disapa Ubed itu menyebut, warga bakal berpikir ulang terhadap pemimpin yang tak punya komitmen tegas untuk menyelesaikan tugasnya memimpin suatu daerah bila terpilih. Hal tersebut seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo ketika menjadi Gubernur DKI dan memilih maju sebagai calon presiden pada 2014.
"Warga akan berpikir ulang, untuk memilih pemimpin yang masih ragu-ragu dalam memimpin suatu daerah, ujarnya di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2017).
Menurut Ubed, apabila asumsi itu terbentuk di seluruh masyarakat Ibu Kota, kecil kemungkinan Ahok untuk lolos ke putaran dua atau bahkan menang. "Kalau masyarakat pintar pasti tidak akan memilih, pemimpin yang tidak mempunyai komitmen untuk memimpin dalam lima tahun," terangnya.
Ia menambahkan, dengan tak adanya jawaban tegas dari Ahok, maka ketika dirinya terpilih menjadi orang nomor satu di Jakarta besar kemungkinan hal itu hanya dijadikan batu loncatan untuk mengikuti Pilpres 2019.
"Kalau dia tegas, seharusnya yang jawab di debat Pak Ahok. Tapi ini malah Pak Djarot," ujarnya.
Diketahui, pada saat debat publik calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tahap pertama di Hotel Bidakara pada Jumat 13 Januari 2017, Ahok tidak bersedia menjawab pertanyaan panelis tentang kesiapan dirinya menjabat sebagai gubernur selama lima tahun penuh bila terpilih nanti.
Pria yang akrab disapa Ubed itu menyebut, warga bakal berpikir ulang terhadap pemimpin yang tak punya komitmen tegas untuk menyelesaikan tugasnya memimpin suatu daerah bila terpilih. Hal tersebut seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo ketika menjadi Gubernur DKI dan memilih maju sebagai calon presiden pada 2014.
"Warga akan berpikir ulang, untuk memilih pemimpin yang masih ragu-ragu dalam memimpin suatu daerah, ujarnya di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2017).
Menurut Ubed, apabila asumsi itu terbentuk di seluruh masyarakat Ibu Kota, kecil kemungkinan Ahok untuk lolos ke putaran dua atau bahkan menang. "Kalau masyarakat pintar pasti tidak akan memilih, pemimpin yang tidak mempunyai komitmen untuk memimpin dalam lima tahun," terangnya.
Ia menambahkan, dengan tak adanya jawaban tegas dari Ahok, maka ketika dirinya terpilih menjadi orang nomor satu di Jakarta besar kemungkinan hal itu hanya dijadikan batu loncatan untuk mengikuti Pilpres 2019.
"Kalau dia tegas, seharusnya yang jawab di debat Pak Ahok. Tapi ini malah Pak Djarot," ujarnya.
Diketahui, pada saat debat publik calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tahap pertama di Hotel Bidakara pada Jumat 13 Januari 2017, Ahok tidak bersedia menjawab pertanyaan panelis tentang kesiapan dirinya menjabat sebagai gubernur selama lima tahun penuh bila terpilih nanti.
(ysw)