Sumur Minyak di Sekayu Meledak Puluhan Pekerja Terluka Bakar

Rabu, 11 Januari 2017 - 22:27 WIB
Sumur Minyak di Sekayu...
Sumur Minyak di Sekayu Meledak Puluhan Pekerja Terluka Bakar
A A A
SEKAYU - Sumur minyak ilegal atau ilegal driling di Talang Saba Dusun III, Desa Tanjung Keputren, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Muba meledak, Rabu (11/1/2017). Akibatnya puluhan pekerja yang berada di lokasi kejadian mengalami luka bakar di sekujur tubuh.

Dari informasi yang dikumpulkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dimana sebelum kejadian berlangsung puluhan pekerja sedang mengumpulkan minyak mentah yang keluar dari dalam sumur untuk dimasukkan ke sejumlah drum dan tedmon yang disediakan oleh pemilik sumur.

Saat beraktivitas itulah secara tiba-tiba terjadi ledakan yang diduga berasal dari mesin pompa di dekat sumur. Akibatnya api langsung menyambar minyak mentah yang sedang dukumpulkan puluhan pekerja. Mendapati hal tersebut para pekerja tidak dapat menyelamatkan diri lantaran api dengan cepat berkobar dan mengepung para pekerja.

"Sumur minyak itu menyembur hingga ketinggian 20 meter. Minyaknya memang banyak, jadi orang-orang disekitar dipanggil untuk mengumpulkan minyak. Sumur minyaknya mengeluarkan gas dan diduga ada percikan api di mesin sehingga terbakar," ujar masyarakat sekitar, Kurnaidi saat dibincangi, Rabu (11/1/2017).

Para korban terbakar, kata dia, sebagian dibawa ke tempat Puskesmas Pembantu Sialang Agung untuk diberikan pertolongan pertama.

"Korban mencapai puluhan orang, yang saya bawa saja ke RSUD Sekayu 12 orang itu karena mengalami luka bakar di atas 20%. Sedangkan yang menderita luka bakar di bawah 10% dipersilahkan untuk pulang. Selain itu ada juga korban yang dibawa ke Linggau," jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, kobaran api di lokasi kejadian sangat besar, bahkan luas lahan yang terbakar sekitar 1 hektare.

Dimana lahan pengeboran minyak ilegal berada di perkebunan karet milik warga. "Asapnya dari rumah saya berjarak 20 km terlihat mengepul berwarna hitam. Karena kobaran api lebih dari 20 meter," terang dia.

Sementara, Kapolres Muba, AKBP Julihan Muntaha, mengatakan, bahwa sumur tersebut adalah ilegal dan milik warga pribadi.

"Ini sumur ilegal, masyarakat melakukan pengeboran secara sendiri. Sumur ini dahulu pernah kita tutup. Sekarang kita masih lakukan penyelidikan untuk mengetahui sumur ini milik siapa," tutur dia.
(sms)
Berita Terkait
Ledakan Beirut, Jumlah...
Ledakan Beirut, Jumlah Korban Tewas Terus Bertambah
Ledakan Terjadi di Pusat...
Ledakan Terjadi di Pusat Kota Cologne Jerman
Tunjukkan Solidaritas,...
Tunjukkan Solidaritas, Burj Khalifa Nyalakan Lampu Bendera Lebanon
Ledakan Dahsyat di Ponggok...
Ledakan Dahsyat di Ponggok Blitar Diduga Terkena Percikan Api Rokok yang Mengenai Bubuk Petasan
Momen Haru, Wanita Lebanon...
Momen Haru, Wanita Lebanon Bertemu Putranya Pertama Kali Sejak Ledakan Dahsyat 2 Tahun Lalu
Beirut Bangkit dari...
Beirut Bangkit dari Ledakan, Korban Tewas Bertambah Jadi 135 Orang
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
7 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
7 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
8 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
8 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
10 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved